Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Harga Ukulele Buatan Pria di Kudus Ini Bisa Dinego sampai Ikhlas

Sistoyo sedang membuat ukulele di halaman rumahnya. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus — Kecintaan pada alat musik membuat pria di Kabupaten Kudus, Jawa tengah memproduksi dan melestarikan alat musik ukulele. Bahkan, dia tidak pernah mematok harga bagi pembeli.

Sistoyo (57) merupakan perajin ukulele asal RT 04, RW 01, Gang Budan, Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Dia menamai usaha pembuatan ukulele di tempatnya dengan nama Rumah Produksi Kaitu.

Dia biasanya menggarap ukulele di halaman depan rumahnya. Pengamatan Murianews, di area halaman rumah terdapat 13 ukulele yang sudah selesai dibuatnya. Selain itu ada satu biola dan satu alat musik cello.

Sistoyo mengaku mulai memproduksi usaha alat musik petik asal Hawai itu sejak tahun 2.000. Dia membuat ukulele karena sudah jatuh hati dengan alat musik tersebut.

Di tempatnya dia menjual ukulele dengan harga Rp 30 ribu hingga Rp 400 ribu. Tetapi, dia tidak saklek menjual dengan harga tersebut.

Baca: Bekam Pakai Tanduk Kerbau di Kudus Ini Bisa Bayar Seikhlasnya, Hari Minggu Gratis

Karena kecintaan pada alat musik ukulele itu, harga jual ukulele itu bisa dinego sampai ikhlas atau sesuai kemampuan pembeli.

”Soal harga saya tidak mematok harus sekian. Kalau ada yang beli Rp 50 ribu ya silahkan. Misal mampunya beli di harga Rp 40 ribu ke bawah ya mangga. Terkadang ada anak-anak yang mau beli tetapi uangnya kurang ya saya tidak masalah,” Sabtu (18/6/2022).

Ia menggunakan bahan triplek dan beberapa jenis kayu untuk membuat ukulele. Dalam sepekan, setidaknya dia mampu membuat enam ukulele.

Menurutnya, harga ukulele di tempatnya lebih terjangkau. ”Keunggulannya harganya murah dan suaranya lebih bagus. Di sini juga sudah disetel ukulelenya. Langsung bisa dimainkan,” ujarnya.

Ke depannya dia akan terus membuat ukulele. Dia mengaku sudah jatuh hati dengan alat musik petik itu. ”Ingin melestarikan ukulele. Jadi ya terus memproduksi,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...