Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

21 Bahasa Daerah di Indonesia Terancam Punah

21 Bahasa Daerah di Indonesia Terancam Punah
ilustrasi Bahasa (pixabay.com)

MURIANEWS, Jakarta – Sebanyak 21 bahasa daerah yang ada di Indonesia terancam mengalami kepunahan. Bahkan jumlah tersebut dimungkinkan bertambah.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ( Kemendikbudristek ) Aminudin Aziz mengatakan, Indonesia memiliki 718 bahasa daerah yang tersebar di semua daerah.

Menurutnya, Provinsi Papua memiliki bahasa daerah yang paling banyak yaitu 428 bahasa dibandingkan dengan provinsi lainnya.

Namun, lanjut Aminuddin, dari banyaknya bahasa tersebut sangat rentan dalam mengalami kepunahan.

Baca: Penguatan Bahasa, Kemendikbudristek Beberkan Tiga Program Ini

”Status bahasa daerah saat ini per tahun 2019, 11 bahasa daerah sudah punah dan terjadi penurunan tingkat vitalitas bahasa. 21 bahasa sudah mengalami kerentanan terancam punah,” paparnya, dikutip dari Sindonews.com, Sabtu (18/6/2022).

Karena itu, lanjut Aminuddin, upaya untuk melestarikan budaya daerah ini sangat penting, sehingga Kemendikbudristek akan terus melakukan penguatan program kelestarian bahasa.

Dia juga mengajak anak muda untuk memperkaya bahasa daerah, selain memahami bahasa Indonesia yang benar. Sebab, apabila para pemuda sudah abai terhadap bahasa daerah, perlahan bahasa daerah akan semakin ditinggalkan.

Baca: Media Massa Harus Gunakan Kaidah  Bahasa Indonesia yang Benar

Menurut Aminudin, bahasa daerah sebagai pengungkap rasa, memiliki fungsi politis, memiliki fungsi estetis, memiliki fungsi medis, dan fungsi ekonomis. Sehingga, bahasa daerah bisa dipakai untuk membuat karya-karya sastra daerah.

”Ada sastra lisan, ada sastra tulis, seperti pantun dan sebagainya. Bahasa daerah ini adalah kekayaan kita bangsa Indonesia, karena ada pengetahuan dan ada kearifan lokal,” tuturnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Sindonews.com

Comments
Loading...