Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tangani PMK, Kudus Belum Bisa Pakai Dana Tak Terduga

Dispertan Kudus mengecek kesehatan hewan di Pasar Hewan, Kudus, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, belum bisa menggunakan dana tak terduga (TT) untuk penanganan virus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kini telah merebak di sembilan kecamatan di Kudus.

Hal tersebut dikarenakan belum adanya status kejadian luar biasa (KLB) yang ditetapkan pemerintah terkait adanya penyakit ternak lawas ini.

“Kalau pakai dana TT memang harus ada status KLB terlebih dahulu. Ketika belum ada, anggaran itu belum bisa dipakai,” kata Kepala Badan Pengelola Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus Eko Djumartono, Sabtu (18/6/2022).

Dia menyebut, syarat dari KLB sendiri adalah wabah ternak itu sudah merata di semua wilayah di Kabupaten Kudus. Kemudian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan pengkajian dan mengusulkan adanya KLB.

”Setidaknya itu baru bisa. Cuma dari pemerintah pusat maupun provinsi kan belum mengumumkan ini KLB, jadi agak susah,” ujarnya.

Baca: Dewan Minta Kudus Segera Diberi Alokasi Vaksin PMK

Dana untuk penaganan virus PMK di Kota Kretek sendiri diketahui cukup minim yakni hanya berkisar di Rp 29 jutaan.

Bupati Kudus HM Hartopo meminta Dinas Pertanian dan Pangan selaku OPD pengendali PMK untuk menggeser anggaran yang ada. Prioritasnya adalah penanganan ternak yang tersuspek PMK.

”Anggarannya memang terbatas, sementara saya suruh menggeser anggaran dulu, mana yang sekiranya bisa digeser bisa untuk penanganan PMK dulu,” pungkasnya.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...