Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Dari Kejuaraan Tenis Meja ASEAN

Don Mueang, Bandara Besar Thailand yang Mulai Terlupakan

Bandara Don Mueang, Bangkok yang kini mulai dilupakan. (istmewa)

MURIANEWS, Bangkok – Pada satu dekade terakhir, orang-orang yang datang ke Bangkok, selalu menyebut nama Suvarnabhumi sebagai bandara megah milik Thailand. Bandara baru ini, dikenal memiliki keindahan arsitektur dan fasilitas modern, hingga melupakan keberadaan sebuah bandara tua yang juga ada di Bangkok.

Bandara itu adalah Don Mueang, yang saat ini seperti terlupakan. Sebelum 2006, bandara ini adalah pintu gerbang Thailand bagi dunia luar. Sebagian besar penerbangan internasional dari dan menuju ke Thailand melewati bandara lengendaris ini.

Namun setelah 2006, setelah Suvarnabhumi selesai dibangun, maka Don Muang seperti dilupakan orang. Padahal menurut beberapa literatur yang ada, bandara ini sudah ada sejak 1914. Pada awalnya ini adalah sebuah pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Thailand.

Sekitar 10 tahun setelahnya, bandara ini mulai difungsikan untuk kegiatan penerbangan sipil komersial. Meski kalah megah dan kalah modern dari Suvarnabhumi, bandara tua ini tetap disebut memiliki kelebihan.

Satu hal yang tidak bisa dipungkiri adalah jaraknya yang relative dekat dengan pusat kota Bangkok. Don Mueang hanya berjarak kurang lebih 25 km dari pusat kota Bangkok, ibukota Thailand. Sedangkan Suvarnabhumi jaraknya lebih jauh, kurang lebih 50 km dari pusat kota Bangkok.

Pada saat Suvarnabhumi selesai dibangun dan diresmikan pada 2006, maka Don Mueang sempat ditutup oleh Pemerintah Kerajaan Thailand. Semua kegiatan penerbangan dipindah ke Suvarnabhumi yang megah dan lebih modern.

Namun demikian, setahun kemudian atau tepatnya pada 24 Maret 2007, Don Mueang kembali dibuka. Renovasi besar-besaran yang dilakukan di bandara ini, membuat Don Mueang siap kembali beroperasi.

Jika Suvarnabhumi digunakan untuk menangani penerbangan full service, maka kini Don Mueang digunakan untuk penerbangan domestik dan penerbangan murah. Maskapai budget/low-cost macam Thai Lion Air, Thai Air Asia dan Nok Air menggunakan badara ini sebagai basis mereka.

Meski kalah megah dan kalah modern dibanding Suvarnabhumi, bukan berarti Don Mueang ketinggalan jaman. Bandara ini tetap mendapatkan sentuhan modern setelah direnovasi. Fasilitas free Wi-Fi, restoran makanan cepat saji dan food court, ada di bandara ini.

Bandara ini memiliki dua terminal, dengan penerbangan internasional dilayani di Terminal 1. Di terminal 1 ini ada 124 loket check-in yang dikhususkan untuk penerbangan internasional. Sedangkan di Terminal 2 ada 96 loket check-in, yang melayani penerbangan domestik.

Dengan fasilitas sedemikian besar dan hanya melayani penerbangan terbatas, membuat Bandara Don Mueang ini seperti ‘sepi’. Bisa dikatakan nyaris tidak ada ‘antrian’ atau kumpulan besar penumpang di lorong-lorong bandara tua ini. Sehingga secara tidak langsung ini menjadi kelebihan lain Don Mueang dibanding Suvarnabhumi.

”Kelebihannya memang antara lain lebih lenggang, sehingga pelayanan bisa dilakukan dengan cepat. Mulai dari mengambil bagasi sampai urusan imigrasi. Tidak perlu antre panjang seperti di Suvarnabhumi,” ujar Sinta, seorang WNI yang datang ke Bangkok, baru-baru ini.

Dari jendela pesawat, Bandara Don Mueang terlihat memang sangat tua dan usang. Bangunannya terlihat kusam, dengan tulisan besar  ‘International Airport Don Mueang’ yang legendaris masih terpampang. Namun, setidaknya bandara ini tetaplah berguna bagi akses dari dan ke Thailand.

 

Reporter: Budi Erje

Editor: Supriyadi

 

Bandara Don Mueang, Bangkok yang kini mulai dilupakan. (istmewa)

Comments
Loading...