Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Takut Rugi, Petani Grobogan Ogah Tanam Kedelai Lagi Meski Harga Tinggi

Takut Rugi, Petani Grobogan Ogah Tanam Kedelai Lagi Meski Harga Tinggi
Kabid Perkebunan pada Dinas Pertanian Grobogan Christina. (Murianews/Saiful Anwar)

MURIANEWS, Grobogan – Sejumlah petani di Kabupaten Grobogan sudah enggan menanam kedalai lagi. Padahal saat ini, harga kedelai di pasaran Rp 10 ribu-Rp 12 ribu per kilogramnya.

Dibandingkan tahun sebelum-sebelumnya, harga itu termasuk tinggi. Namun, petani Grobogan kadung susah move on dari tanaman jenis lainnya. Mereka takut merugi karena harga jatuh.

”Sekarang ini per kilogram Rp 10 ribu, bahkan ada yang sampai Rp 12 ribu. Yang susah itu mengobati petani yang sudah kadung trauma,” kata Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Grobogan Christina S, Jumat (17/6/2022).

Baca: Pakai Bahan Baku Lokal, Pengusaha Tempe di Grobogan Ini Tak Terdampak Kedelai Mahal

Christina menambahkan, saat harga kedelai tidak sesuai harapan, berdasarkan perhitungan Dinas Pertanian Grobogan, sebenarnya petani masih untung dibanding saat menanam tanaman lain.

”Ketika dihitung harian, sebenarnya petani lebih untung saat menanam kedelai. Tetapi petani mungkin punya perhitungan lain, jadi sebagian beralih menanam jagung dan yang lain,” imbuhnya.

Dari catatan Dinas Pertanian Grobogan, jumlah petani kedelai yakni 46.600 orang dengan rata-rata memiliki lahan 0,3 hektar. Pada 2021 lalu, total luasan panen yakni 11.087 hektar dengan produksi 25.057 ton.

”Produksi itu naik signifikan dibanding 2020 yang hanya sekitar 10 ribu ton,” imbuhnya.

Pihak Dinas Pertanian Grobogan sendiri kini terus mengembangkan sistem tanam pethuk. Yakni penanaman kembali sebelum masa panen.

Caranya, saat tanaman berusia hampir panen, di sela batang tanamannya sudah ditanam lagi dengan benih lain. Sehingga, dari semula setahun panen tiga kali, dengan sistem ini bisa empat kali.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...