Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Program Pengungkapan Sukarela di Kudus Capai Rp 33 Miliar, Masih Ada Waktu Dua Pekan

Program Pengungkapan Sukarela di Kudus Capai Rp 33 Miliar, Masih Ada Waktu Dua Pekan
Foto: Karyawan Pajak di Kudus melayani Wajib Pajak belum lama ini (Murianews/ Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Program Pengungkapan Sukarela (PPS) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah berhasil mencapai Rp 33 miliar lebih per hari ini, Jumat (17/6/2022).

Capaian ini dimungkinkan bisa bertambah karena PPS tersebut bakal berakhir 30 Juni 2022 ini, atau masih ada waktu tersisa sekitar dua pekan.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kudus Andi Setijo Nugroho mengatakan, besaran ketercapaian PPS sejumlah Rp 33 miliar itu berasal dari 466 wajib pajak perorangan.

Baca juga: Reklame Bandel di Kudus Ditempeli Stiker Belum Lunas Pajak

Adapun rinciannya, dari Pembayaran PPS Kebijakan I sebanyak 118 wajib pajak perorangan dengan jumlah capaian Rp 20,7 miliar lebih. Sedangkan pembayaran PPS Kebijakan II telah dilakukan oleh 348 wajib pajak perorangan dengan jumlah Rp 12,2 miliar lebih.

”PPS satu itu untuk perolehan harta tahun 2015 ke bawah. Kalau untuk PPS dua itu untuk perolehan di atas tahun 2015 hingga tahun 2020,” katanya, Jumat (17/6/2022).

Menurutnya, PPS ini memberikan kesempatan kepada wajib pajak mengungkapkan harta kekayaannya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan diselenggarakan berdasarkan asas kesederhanaan, kepastian hukum, serta kemanfaatan.

Andi menambahkan, PPS tersebut bisa berupa emas, saham, kas, aset tanah, mobil dan harta lainnya. ”Saya rasa ketercapaian PPS ini masih berpotensi bertambah lagi. Karena program PPS ini masih ada hingga akhir bulan ini,” sambungnya.

Soal target ketercapaian PPS, pihaknya memasang sebanyak-banyaknya. Terlebih, masih ada sisa waktu hingga akhir bulan ini.

”Harapannya wajib pajak di Kudus ikut berpartisipasi dan berkontribusi bagi negara. Karena lewat pajak kan pembangunan di negeri ini bisa berlangsung,” imbuhnya.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Dani Agus

Comments
Loading...