Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

MTsN 2 Kudus Bantah Soal Penahanan Ijazah Siswa

MTsN 2 Kudus Bantah Soal Penahanan Ijazah Siswa
Foto: Kepala Sekolah MTSN 2 Kudus Khamdi. (Murianews/ Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kudus, Jawa Tengah membantah soal penahanan ijazah siswa. Penegasan ini disampaikan Kepala Sekolah MTsN 2 Kudus Khamdi, Jumat (17/6/2022).

Menurutnya, saat ini pihak sekolah belum menerima ijazah dari Kementerian Agama. ”Ijazah saja dari Kementerian Agama kami belum terima. Lantas apa yang mau kami tahan?,” katanya.

Dia menjelaskan, biasanya ijazah diberikan satu hingga dua bulan setelah pengumuman kelulusan. Pada tahun ini, pihak sekolah melaksanakan pengumuman kelulusan pada Rabu (15/6/2022) lalu.

Baca jug: Kemenag Dalami Dugaan Penahanan Ijazah di Salah Satu MTs di Kudus

”Kami masih menunggu dahulu ijazahnya juga. Kami belum menerima memang. Jadi tidak mungkin kami menahan ijazah,” sambungnya.

Menurutnya, saat ini yang sudah didapat pihak sekolah hanya Surat Keterangan Lulus (SKL) saja. Sedangkan untuk ijazah pihaknya belum mendapatkan sama sekali.

”Kalau Surat Keterangan Lulus sudah ada dan sudah kami berikan ke siswa. Baik, yang sudah ngasih uang sumbangan atau yang belum nyumbang. Karena Surat Keterangan Lulus digunakan untuk mendaftar sekolah,” ujarnya.

Dia menambahkan, Surat Keterangan Lulus diberikan pada 16 Juni 2022 pagi. Yakni satu hari setelah pengumuman kelulusan.

”Jadi, pengumuman kelulusannya itu 15 Juni 2022. Sedangkan Surat Keterangan Lulus kami berikan pada 16 Juni 2022. Dari 260 siswa hampir semuanya sudah dapat SKL,” cetusnya.

Sebelumnya, kabar penahanan ijazah ini bermula dari media sosial. Di salah satu grup media sosial tersebut, salah seorang netizen menuliskan soal penahanan ijazah.

”Assalamu’alaikum admin. Mohon maaf mau tanya dan minta solusi. Ijazah saudara saya ditahan di sekolah karena wali murid belum bisa membayar uang syukuran 200 ribu. Saya mewakili saudara saya dan teman-teman murid yang lainnya. Minta sarannya min. Karena tidak semua wali murid mampu  membayarnya. Matur suwun,” tulis salah seorang netizen di kanal media sosial tersebut.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Dani Agus

Comments
Loading...