Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tingkatkan Budaya Literasi, Muda-mudi Kudus Dilatih Menulis Puisi

Tingkatkan Budaya Literasi, Muda-Mudi Kudus Dilatih Menulis Puisi
Muda-mudi yang mengikuti pelatihan menulis puisi di Perpusda Kudus (Murianews/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Upaya untuk meningkatkan budaya literasi bagi para pemuda di Kabupaten Kudus terus digelorakan. Hal ini agar minat baca mereka terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi pemuda lainnya.

Karena itu, Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kudus dan Komunitas Jendala Puisi, berkolaborasi untuk mengadakan pelatihan menulis puisi di Aula gedung Perpusda setempat, Jumat (16/6/2022).  Setidaknya ada 35 peserta mulai dari siswa SMA hingga para mahasiswa yang mengikuti pelatihan bertajuk ‘Aku Berpuisi, Aku Abadi’ itu.

Dalam acara tersebut, panitia menghadirkan pemateri Mu’ayyadah yang merupakan penulis berdarah Kudus. Mu’ayyadah juga sudah malang melintang dalam dunia sastra, terutama puisi.

Baca: Ini Rumus Menulis Puisi yang Dikupas dalam Jendela Puisi

Ketua Panitia Acara Tias Indriyani mengatakan, pelatihan yang digelar bertujuan mengajak para muda-mudi di Kudus agar lebih perhatian dan peka terhadap budaya literasi. Terlebih pelatihan ini juga sejalan dengan program Perpusda Kudus yang akhirnya bisa berkolaborasi membuat pelatihan ini.

”Ini bisa dimulai dari diri sendiri, dengan menyadari pentingnya membaca dam menulis sebagai dasar literasi. Pelatihan seperti ini juga sudah menjadi program kerja kami. Kami sepakat berkolaborasi dengan Perpusda untuk menggelar pelatihan tiga sampai empat kali,” kata perempuan pegiat Komunitas Jendela Puisi itu.

Kegiatan pelatihan seperti ini diharapkan mampu meningkatkan minat baca dan meningkatkan literasi baik bagi generasi muda hingga masyarakat umum di Kudus.

Baca: 20 Mei 1908: Tokoh, Puisi, Cerita

Sementara Koordinator Pembinaan Pengawasan dan Pengembangan Perpusda Kudus menjelaskan, pelatihan kali ini juga menjadi program inklusi sosial dari Perpusda untuk mengadakan kegiatan untuk masyarakat.

Kedepan, sambung Ninik, program inklusi sosial tidak hanya melibatkan muda-mudi saja. Melainkan, semua kalangan masyarakat baik berusia muda sampai dewasa.

”Tidak hanya bidang menulis, tapi juga bidang ekonomi, sosial, yang melibatkan masyarakat. Contohnya akan ada kelas tari sampai mengembangkan potensi yang dimiliki teman-teman difabel,” jelasnya.

 

Reporter : Yuda Auliya Rahman
Editor: Cholis Anwar

Comments
Loading...