Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Total Ternak Terkena PMK di Semarang Capai 351 Ekor, Begini Reaksi Dispertan

Dispertan Kudus mengecek kesehatan hewan di Pasar Hewan, Kudus, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Semarang — Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang mencatat total hewan ternak yang terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kini menjadi 351 ekor. Jumlah tersebut merupakan jumlah akumulasi yang didata petugas hingga, Senin (16/6/2022).

Kepala Dispertan Kota Semarang Hernowo Budi Luhur, mengaku telah mengerahkan semua tenaga kesehatan hewan untuk membantu pelayanan URC.

Bahkan tenaga kesehatan hewan yang berada di Puskeswan Mijen pun turut diterjunkan hingga fasilitas kesehatan hewan di wilayah tersebut ditutup sementara waktu. Meski demikian, untuk Puskeswan di Gayamsari masih tetap membuka pelayanan.

Hernowo menyebutkan jika semua petugas yang tergabung dalam URC yang menangani kasus PMK ini harus siap sedia dalam kurun 24 jam. Hal itu dikarenakan hingga kini sudah sekitar 351 hewan ternak di Kota Semarang yang terpapar PMK.

”351 hewan ternak terpapar PMK tapi ini ada yang sudah sembuh, ada yang masih penanganan petugas dan ada yang sudah mati,” kata Hernowo, dikutip dari Solopos.com, Kamis (16/6/2022).

Hernowo mengatakan jika tugas dari petugas URC ini ada melakukan penanganan terhadap hewan ternak langsung ke lapangan. Jika ada ternak yang terpapar PMK, maka petugas URC akan langsung melakukan pengobatan.

Sementara bagi hewan ternak yang tidak terpapar, maka pemilik ternak akan diberikan edukasi bagaimana cara mencegah ternak terpapar PMK hingga memperhatikan sanitasi kamdang.

”Selama wabah PMK ini tidak semua hewan boleh masuk ke Kota Semarang, terutama yang dari daerah zona merah,” paparnya.

Hernowo mengatakan jika di Jateng terdapat 32 kabupaten/kota yang ditemukan wabah PMK pada hewan ternak. Oleh karenanya, peredaran ternak hanya boleh dilakukan di wilayah masing-masing dan itupun harus dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

Disinggung terkait dengan surat edaran tata cara penyembelihan dan pemilihan hewan ternak saat Hari Raya Iduladha, Hernowo mengaku jika pihaknya masih mengkaji aturan yang akan diberlakukan di Kota Semarang. Meski demikian, aturan itu akan mengacu pada Surat Edaran dari Kementerian Pertanian dan Gubernur Jateng.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...