Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kemenag Dalami Dugaan Penahanan Ijazah di Salah Satu MTs di Kudus

Kemenag Dalami Dugaan Penahanan Ijazah di Salah Satu MTs di Kudus
Kepala Kantor Kemenag Kudus Suhadi, (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Suhadi akan menelusuri lebih dalam terkait kasus penahanan ijazah yang diduga dilakukan salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Kretek.

Pasalnya, hingga kini pihak Kemenag belum menerima laporan resmi terkait hal ini.

”Kami belum mengetahui informasi pastinya, namun ini akan kami dalami dengan sekolah yang bersangkutan,” kata Suhadi kepada Murianews melalui sambungan telepon, Jumat (17/6/2022).

Secara regulasi, lanjut Suhadi, madrasah negeri tidak diperbolehkan memungut iuran siswa dalam bentuk apapun. Pihak madrasah juga dilarang menahan ijazah siswanya karena alasan apapun.

Baca: Ada MTs di Kudus Diduga Tahan Ijazah Siswa, Kemenag: Tidak Boleh!

”Kalau itu atas nama sekolah, jelas tidak diperbolehkan dalam aturan,” imbuhnya.

Suhadi mengatakan kemungkinan yang berbeda terjadi apabila yang menarik pungutan adalah dari komite sekolah.  Pihak komite sendiri, diperbolehkan membantu pembangunan sekolah melalui sejumlah cara.

”Namun bila sampai ditahan karena belum membayar uang pungutan yang ditarik komite sekolah, kami rasa itu terlalu memberatkan siswanya, bagaimanapun juga akan kami telusuri ini supaya tidak terjadi permasalahan yang berlarut,” pungkas dia.

Baca: Belum Bayar Uang Kelulusan, Sekolah di Kudus Diduga Tahan Ijazah Siswanya

Diketahui sebelumnya, Sebuah sekolah di Kabupaten Kudus diduga menahan ijazah seorang siswanya yang telah lulus. Penahanan ijazah itu diduga karena siswa tersebut belum membayar uang syukuran kelulusan.

Hal tersebut diketahui dari sebuah unggahan akun bernama Sidi Fatima di sebuah grup media sosial facebook New (ISK) info seputar kudus pada, Kamis (16/6/2022) kemarin.

Dalam unggahannya, akun Sidi Fatima berkeluh kesah tentang ijazah saudaranya yang menurut dia ditahan oleh pihak sekolah karena belum membayar uang syukuran senilai Rp 200 ribu.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Cholis Anwar

Comments
Loading...