Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Kriteria Guru Madrasah Non PNS yang Bakal Dapat Tunjangan Rp 1,5 Juta

Ini Kriteria Guru Madrasah Non PNS yang Bakal Dapat Tunjangan Rp 1,5 Juta
Ilustrasi guru. (Murianews)

MURIANEWS, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas telah mengumumkan bahwa tunjangan insentif untuk guru madrasah non PNS akan dicairkan pada akhir bulan ini. Namun, tidak semua guru madrasah akan mendapatkan tunjangan sebesar Rp 1,5 juta tersebut.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Muhammad Zain memperinci guru madrasah yang berhak mendapatkan tunjangan Rp 1,5 juta tersebut.

Dia mengatakan, anggaran untuk tunjangan tersebut memang terbatas, sehingga insentif diberikan kepada guru madrasah bukan PNS yang memenuhi kriteria. Selain itu, penerima juga akan disesuaikan dengan kuota masing-masing provinsi.

Baca: Kabar Gembira, Tunjangan Guru Madrasah Non PNS Cair Akhir Bulan Ini

”Diprioritaskan bagi guru yang masa pengabdiannya lebih lama dan ini dibuktikan dengan Surat Keterangan Lama Mengabdi,” ucap Zain, dikutip dari Kompas.com, Kamis (16/6/2022).

Zain memperinci kriteria guru madrasah yang berhak untuk mendapatkan tunjangan insentif tersebut. Berikut rinciannya:

1. Aktif mengajar di RA, MI, MTs atau MA/MAK dan terdaftar di program SIMPATIKA (Sistem Informasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama);

2. Belum lulus sertifikasi;

3. Memiliki Nomor PTK Kementerian Agama (NPK) dan/atau Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK);

4. Guru yang mengajar pada satuan administrasi pangkal binaan Kementerian Agama;

Baca: Guru Madrasah Non PNS Bakal Dapat Tunjangan Rp 1,5 Juta Bulan Ini

5. Berstatus sebagai Guru Tetap Madrasah, yaitu guru Bukan Pegawai Negeri Sipil yang diangkat oleh Pemerintah/Pemerintah Daerah, Kepala Madrasah Negeri dan/atau pimpinan penyelenggara pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat untuk jangka waktu paling singkat 2 tahun secara terus menerus, dan tercatat pada satuan administrasi pangkal di madrasah yang memiliki izin pendirian dari Kementerian Agama serta melaksanakan tugas pokok sebagai guru.

6. Memenuhi kualifikasi akademik S-1 atau D-IV;

7. Memenuhi beban kerja minimal 6 jam tatap muka di satminkalnya;

8. Bukan penerima bantuan sejenis yang dananya bersumber dari DIPA Kementerian Agama.

9. Belum usia pensiun (60 tahun).

10. Tidak beralih status dari guru RA dan Madrasah.

11. Tidak terikat sebagai tenaga tetap pada instansi selain RA/Madrasah.

12. Tidak merangkap jabatan di lembaga eksekutif, yudikatif, atau legislatif.

13. Tunjangan insentif dibayarkan kepada guru yang dinyatakan layak bayar oleh Simpatika yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Layak Bayar.

 

Penulis: Cholis Anwar

Editor: Cholis Anwar

Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...