Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Hasil Kajian Benda Koleksi Museum Kretek Kudus

Koleksi miniatur karyawan pabrik rokok yang terdapat di Museum Kretek Kudus. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Sekitar 30-an benda koleksi Museum Kretek Kudus, Jawa Tengah kembali dilakukan kajian dari sisi nilai historisnya oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus bersama Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, Semarang.

Proses pengkajian, dimulai pada tanggal 30 dan 31 Mei 2022. Hasilnya, kemudian diseminarkan di depan puluhan pegiat sejarah hingga guru-guru sejarah di Kabupaten Kudus di @HOM Hotel, Kamis (16/6/2022).

Subkoordinator urusan pelestarian Museum Jawa Tengah Ranggawarsita Laila Nur Hayati menyampaikan, ada beberapa hasil yang didapatkan dalam kajian kali ini.

Yang pertama adalah dari koleksi botol-botol Museum Kretek. Laila menyampaikan, dalam botol-botol itu beberapa di antaranya terdapat merk hingga label berasal dari mana botol tersebut berasal.

”Ada yang dari Hamburg Jerman, ada yang dari Jakarta, nah botol-botol ini bila dilihat dari labelnya ini berisi sauce atau perasa rokok yang dibeli masing-masing perusahaan rokok di Kudus pada era itu,” katanya.

Seminar hasil kajian koleksi Museum Kretek Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

Kemudian kajian selanjutnya, ada beberapa benda seperti mesin krondo atau perajang cengkih dan penggiling tembakau yang sudah tidak digunakan lagi. Alasannya saat itu adalah karena hasilnya yang tidak maksimal sehingga digantikan oleh mesin.

Baca: Koleksi Museum Kretek Kudus Kembali Dikaji

Selain itu, ada beberapa barang lain seperti alat perajang tembakau, pelinting rokok dan besut klobot yang di beberapa perusahaan rokok masih digunakan. Sehingga nilai historisnya masih berjalan hingga saat ini.

”Ada beberapa wilayah yang masih menggunakannya, seperti di Temanggung itu dia ada yang masih menggunakannya,” ujarnya.

Kemudian yang terakhir adalah replika gerobak krangkeng. Di Museum Kretek, Laila mengatakan replika tersebut berbentuk tertutup. Sementara koleksi yang asli adalah ada teralis sebagai jendelanya.

Alat tersebut, biasanya dipakai perusahaan rokok untuk mengangkat barang-barang produksi dan biasaya bersifat sewa.

“Nah ini yang perlu diperhatikan bila ingin membuat replika yang asli harus sama seperti aslinya karena ada nilai sejarahnya,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...