Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kades di Kudus Belum Bisa Ketemu Menteri Bahas Gundulnya Patiayam

Kawasan Patiayam terlihat gersang, beberapa waktu lalu. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus — Tahun lalu, lima kepala desa (kades) di Kabupaten Kudus, yang wilayahnya berada di kawasan Gunung Patiayam, mengirim surat ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Mereka ingin wadul soal gundulnya Patiayam dan proses penghijauan.

Lima kades itu berasal dari Desa Gondoharum, Desa Klaling, Desa Terban, Desa Tanjungrejo, dan Desa Kandangmas.

Mereka hendak menghijaukan kawasan Patiayam. Namun, mereka mengaku terkendala oleh pihak Kelompok Tani Hutan (KTH) yang kabarnya juga mengaku punya kewenangan untuk menghijaukan kawasan Patiayam.

Namun pertemuan itu hingga kini belum bisa terlaksana. Pasalnya, surat mereka belum terbalas.

”Belum ada balasan dari Bu Menteri. Tidak tahu karena apa. Apakah suratnya belum dibaca atau bagaimana saya tidak tahu,” kata Kepala Desa Klaling, Sahri, Kamis (16/6/2022).

Baca: Upaya Menghijaukan Patiayam Kudus Masih Terkendala

Sahri menyebut, pihaknya bersama kepala desa lain mengaku ingin punya kewenangan juga untuk menghijaukan kawasan Patiayam. Sehingga kawasan Patiayam tak lagi gundul.

”Kami ingin dilibatkan juga untuk menghijaukan Patiayam. Karena di Patiayam itu juga kan wilayah desa juga. KTH juga tidak boleh semena-mena,” ujarnya.

Terpisah, Camat Jekulo Agus Susanto membenarkan jika surat yang dikirim itu belum dibalas oleh pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Namun, dia sudah menyurati lagi pihak kementerian.

”Awal Juni ini saya menyurati lagi bu menteri. Tetapi memang belum dibalas. Sementara kami nunggu saja dulu,” ujarnya.

Baca: Ratusan Hektare Lahan Patiayam Bakal Dihijaukan

Dia berharap dapat segera berdiskusi dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tujuannya untuk bersama-sama menghijaukan kawasan Patiayam.

”Kalau kondisinya gersang seperti ini kalau musim hujan, kasihan daerah bawah. Karena bisa terdampak banjir,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...