Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Daftar Tunggu Haji Lebih dari 90 Tahun, Ini Penjelasannya

Daftar Tunggu Haji Lebih dari 90 Tahun, Ini Penjelasannya
Foto: Ilustrasi Haji (Gambar oleh ziedkammoun dari Pixabay)

MURIANEWS, Jakarta – Daftar tunggu ibadah haji yang tertera dalam aplikasi Haji Pintar, rentan waktunya beragam. Bahkan ada yang harus menunggu 90 tahun lebih untuk bisa berangkat haji apabila calon jemaah mendaftar pada hari ini.

Mengenai hal itu, Kasubdit Siskohat Ditjen PHU Hasan Afandi menjelaskan bahwa mundurnya estimasi keberangkatan disebabkan bilangan pembagi daftar tunggunya didasarkan pada kuota haji tahun berjalan.

”Estimasi keberangkatan selalu menggunakan angka kuota tahun terakhir sebagai angka pembagi. Tahun ini kebetulan kuota haji Indonesia hanya 100.051 atau sekitar 46% dari kuota normal tahun-tahun sebelumnya,” terang Hasan, dikutip dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag), Kamis (16/6/2022).

Baca: Daftar Tunggu Haji Capai 24 Tahun, Pati Berharap Diberi Tambahan Kuota

Menurutnya, sebelum ada kepastian kuota penyelenggaraan haji 1443 H pada pertengahan Mei 2022, maka bilangan asumsi yang digunakan sebagai bilangan pembagi masih menggunakan kuota berdasarjan MoU penyelenggaraan haji 2020.

Kemudian sejak ada kepastian bahwa kuota haji 1443 H adalah sekitar 100ribu, maka bilangan pembaginya mengalami penyesuaian.

”Hal inilah yang secara otomatis menyebabkan estimasi keberangkatan semakin lama. Sebab, ketika kuota turun, maka otomatis estimasi keberangkatan akan naik,” jelasnya.

Baca: Di Pati, Daftar Haji Sekarang Berangkatnya 40 Tahun Lagi

Estimasi ini akan terus berjalan sampai dengan adanya kepastian kuota haji pada tahun 1444 H/2023 M. Jika kuota kembali normal, misalnya kembali ke 210ribu atau bahkan lebih, maka estimasi keberangkatan akan mengalami penyesuaian.

Hasan memastikan, perubahan estimasi keberangkatan bukan karena naiknya jumlah pendaftar dalam kurun Mei – Juni 2022. Sebab, kalau kenaikan jumlah pendaftar, dampaknya hanya pada yang baru mendaftar, tidak ada pengaruhnya terhadap perubahan estimasi keberangkatan jemaah yang sudah lama mendaftar.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kemenag.go.id

Comments
Loading...