Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pengentasan Anak Tidak Sekolah di Jepara Dipuji Unicef

Pengentasan Anak Tidak Sekolah di Jepara Dipuji Unicef
Para Anak Tidak Sekolah saat diundang Pemkab Jepara pada Desember 2022 lalu. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Program pengentasan anak tidak sekolah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah menuai hasil. Kegiatan yang berjalan enam bulan itu dipuji Unicef.

Agenda pengentasan anak tidak sekolah di Kabupaten Jepara sendiri didampingi langsung oleh Unicef. Itu diungkapkan perwakilan Unicef, Yuanita Marini Nagel.

Dikatakan Yuanita, sebanyak 67 anak dari dari 131 anak tidak sekolah di Kabupaten Jepara yang didampingi kini telah kembali bersekolah.

Baca: Ada Anak Dipekerjakan, Pemkab Jepara Panggil Empat Petinggi

Mereka berasal dari empat desa percontohan di Jepara, yaitu Desa Tubanan, Tegalsambi, Nalumsari, dan Tulakan. Dibandingkan rata-rata nasional, jumlah pengembalian anak ke sekolah di Jepara itu jauh lebih tinggi.

”Pengembalian anak-anak ke sekolah itu termasuk yang lebih tinggi dari apa yang biasanya terjadi secara nasional,” kata Yuanita, Rabu (15/6/2022).

Menurutnya, prestasi ini buah dari respons cepat Pemkab Jepara untuk penanganan anak tidak sekolah. Terlebih sudah didukungan adanya rencana aksi daerah.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Jepara, Subiyanto berharap, capaian itu bisa ditingkatkan.

Subiyono pun merincikan, progress pengembalian anak ke sekolah di empat desa percontohan. Desa Tubanan dari 53 anak yang sebelumnya tercatat tidak sekolah, 25 anak di antaranya telah dikembalikan ke bangku pendidikan.

Lalu, Desa Nalumsari dari 41 anak kini tinggal 25 anak, dan Tulakan dari 19 anak ada delapan anak. Sedangkan, dari 18 anak di Tegalsambi seluruhnya berhasil dituntaskan kembali bersekolah.

“Yang sudah berhasil kita kembalikan ke sekolah itu dari 131 baru 67, jadi separuh,” tuturnya.

Biyanto berharap desa-desa lain yang terdapat anak tidak sekolah, bisa lebih peduli. Kepedulian itu bisa dimulai dengan pendataan anak tidak sekolah.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...