Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pabrik Gula Rendeng Kudus Kala Itu Dinilai Strategis oleh Belanda

PG Rendeng Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus — Pabrik Gula Rendeng Kudus, Jawa Tengah menjadi salah satu pabrik gula yang dibangun oleh Belanda saat menduduki Indonesia. Pabrik sengaja dibangun di Desa Rendeng, karena dinilai strategis.

Sejarawan Kudus, Edy Supratno mengatakan, Pabrik Gula Rendeng berdiri pada tahun 1840. Menurutnya, pendirian Pabrik Gula Rendeng seiring dengan masa jayanya gula pasir di era saat itu. Di zaman tersebut permintaan ekspor gula pasir ke Eropa begitu tinggi.

”Kenapa pemilihan lokasinya di Desa Rendeng? Hal itu karena strategis untuk bisa dilewati kereta. Pabrik Gula Rendeng berdiri lebih dahulu daripada jalur keretanya,” katanya.

Pabrik Gula Rendeng merupakan pabrik gula pasir ketiga yang berdiri di Kudus saat era kolonial Belanda.

Baca: Pabrik Gula Tanjungmojo Kudus Pernah Dibom Jepang

Pabrik Gula pertama yang berdiri yakni Pabrik Gula Besito pada tahun 1835. Kemudian diikuti Pabrik Gula Tanjungmojo di 1836, dan Pabrik Gula Rendeng.

”Keberadaan tiga pabrik gula itu menjadi daya tarik investor untuk membuka jalur kereta api,” ujarnya.

Edy menjelaskan, jalur kereta api yang eksis di luar Jakarta saat itu baru ada di Semarang. Rutenya dari Semarang menuju ke beberapa daerah di wilayah Muria.

”Dari Semarang ke Demak, Kudus, Pati, dan Jepara. Di Pati juga ada Pabrik Gula Trangkil dan Pabrik Gula Langsee. Sedangkan di Jepara ada Pabrik Gula Banyuputih,” paparnya.

Baca: Sejarah Pabrik Gula Besito, Pabrik Gula Pertama di Kudus

Lebih lanjut, Edy menyampaikan, selama adanya Cultuurstelsel atau tanam paksa, ketiga pabrik gula di Kudus itu mampu membuat kas Belanda membaik. Dari sebelumnya kosong akibat Perang Diponegoro yang berlangsung selama lima tahun pada 1825 sampai 1830.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...