Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

PMK Menyebar, Ampas Tahu di Kudus jadi Tak Laku

Pekerja sedang membuat tahu di salah satu home industri di Kudus, Jawa Tengah. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus — Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) tak hanya membuat prihatin para peternak, para produsen tahu di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, juga terdampak. Pasalnya, ampas tahu yang selama ini dibeli peternak untuk pakan, kini jadi tak laku.

Ketua Paguyuban Produsen Tahu di Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus Bambang Sutrisno penjualan ampas tahu mengalami penurunan yang cukup drastis. Dia berpendapat kemungkinan adanya efek dari PMK.

”Sudah dua pekan terakhir ini penjualan ampas tahu mulai sepi. Kemungkinan salah satunya karena PMK,” katanya, Rabu (15/6/2022).

Bambang menyebut, penurunan pembeli ampas tahu di tempatnya cukup lumayan. Sebelum maraknya PMK ini pihaknya mampu menjual 600 kilogram ampas tahu dalam 50 kali masak per harinya.

Baca: Dispertan Kudus Mulai Kaji Kebutuhan Vaksin PMK

Saat ini, pihaknya hanya mampu menjual ampas tahu sebanyak 480 kilogram dalam 40 masak per harinya.

Dari penjelasannya, hitungan satu kali masak setara ampas tahu sebanyak 12 kilogram. Ampas tahu seberat itu biasa dijualnya dengan harga Rp 14 ribu.

Kendati hanya ampas tahu, menurutnya masih memiliki nilai jual. Bahkan dia menyiasati membayar gaji delapan karyawannya dari penjualan ampas tahu tersebut.

”Kalau ampas tahunya tidak laku selama dua sampai tiga hari ya terpaksa dibuang. Akhirnya, menggaji karyawannya menggunakan hasil penjualan tahu,” ujarnya.

Baca: Mentan Akan Tutup Zona Merah Penyebaran PMK

Lebih lanjut, pembeli ampas tahu di tempatnya saat ini berasal dari peternak hewan di Kudus. Dia berharap kondisi penjualan ampas tahu di tempatnya bisa normal kembali.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...