Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pemkab Jepara Butuh Obat PMK Segera

Pemkab Jepara Butuh Obat PMK Segera
Pemeriksaan ternak terjangkit PMK di Jepara oleh DKPP. (Murianews/DKPP Jepara)

MURIANEWS, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara membutuhkan ketersediaan obat untuk penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK). Sebab, ketersediaan obat di Jepara sudah menipis.

Dokter hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jepara, Fajar Dwi Prasojo, menyebut jumlah ternak yang terpapar PMK kini ada 575 ekor. Rinciannya, 528 ekor sapi dan 77 ekor kerbau.

”Jumlahnya terus bertambah. Sekarang sampai 575 ekor,” sebut Fajar, Rabu (15/6/2022).

Baca: Kasus PMK di Jepara Terus Meningkat

Dari jumlah itu, kasus paling banyak ditemukan di Kecamatan Kembang yakni 182 ekor ternak. Kemudian, Kecamatan Bangsri (173 ekor), Welahan (66 ekor), Batealit (36 ekor), dan Keling (33 ekor).

Selanjutnya, di Kecamatan Donorojo ada 31 ekor, Pakis Aji (14 ekor), Mlonggo (11 ekor), Mayong (15 ekor), Nalumsari (8 ekor), Tahunan (5 ekor) dan Pecangaan (3 ekor).

“Hanya tiga kecamatan yang masih terbebas PMK. Yaitu Kecamatan Kalinyamatan, Jepara dan Kedung,” jelas dia.

Sejauh ini, kata Fajar, penanganan pada hewan yang terpapar PMK dilakukan dengan penyuntikan antibiotik, vitamin, dan anti inlfamasi. Penyuntikan itu untuk mengobati luka bengkak sekaligus menurunkan suhu badan ternak.

“Kami juga melakukan penyemprotan antibiotik sprei pada luka-luka hewan di bagian kuku,” ujar Fajar.

Dia mengungkapkan, stok obat dan hewan yang terkena PMK tak sebanding. Dirinya membutuhkan obat untuk menangani ratusan hewan yang terpapar itu.

”Saat ini obatnya terus menipis. Kami masih minta ke Pemprov Jateng,” imbuh dia.

Menurutnya, kebutuhan obat sangat mendesak lantaran jumlah ternak yang terpapar PMK terus meningkat. Fajar berharap pasokan obat bisa segera tiba di Jepara. Supaya ternak-ternak bisa diselamatkan.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...