Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jembatan Bambu Reot Dibangun Permanen, Warga Kudus Ini Girang

Warga melintas di jembatan bambu yang kini tengah dibangun permanen. (Murianews/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus — Warga Dusun Kayuapu, Desa Gondangmanis, RT 4 RW 4, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah Bahagia lantaran jembatan bambu yang sudah reot mulai dibangun permanen. Pembangunan itu merupakan sumbangan dari H Haryanto pemilik PO Haryanto.

Warga setempat  bungah lantaran jembatan yang awalnya membahayakan dan licin tersebut dibangun menjadi jembatan permanen dengan lebar tiga meter dan panjang 21 meter.

Salah seorang warga setempat, Suwarti (63) mengaku sangat senang. Terlebih, jembatan bambu yang mendekatkan akses warga ke Masjid Al-Iman dan akses jalan utama itu telah puluhan tahun dengan kondisi seadanya.

”Sangat senang, kaya mimpi jembatan ini bisa dibangun permanen. Jembatan ini sudah puluhan tahun, dibangun masyatakat iuran, biasanya kalau rusak diperbaiki diganti bambu baru lagi. Tapi ini karena yang biasanya sering memperbaiki sudah tidak ada, jadi begini,” katanya, Rabu (15/6/2022).

Baca: Pemilik PO Haryanto Sulap Jembatan Bambu di Kudus Jadi Permanen

Senada, Karmini, warga setempat mengaku sangat bersyukur jembatan tersebut dibangun. Apalagi sering warga terpeleset dan jatuh lantaran kondisi jembatan yang licin.

Alhamdulillah dibangun. Jembatan bambunya licin juga apalagi kalau hujan, pernah ada yang jatuh tercebur sungai. Kami berterimakasi jembatan bambu dibangunkan jadi jembatan permanen,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa Gondangmanis Susanto menjelaskan, banyak warga yang menangis Bahagia atas kondisi jembatan tersebut. Warga memang ingin jembatan tersebut dibangun permanen agar lebih aman.

”Jembatan ini sejak saya kecil sudah ada (dari bambu, red). Kami simpatik dengan warga kemudian matur sama Pak H Haryanto. Alhamdulillah dibantu membangunkan jembatan ini jadi permanen,” ungkapnya.

Pihaknya tak menampik jika belum mengusulkan kepada pemerintah daerah untuk pembangunan jembatan tersebut. Pasalnya jembatan tersebut berada di pelosok desa, hanya saja memang memudahkan akses warga ke masjid dan jalan utama.

”Tapi memang sebenarnya penting karena adanya jembatan itu warga tidak perlu memutar lewat jalan yang sepi lewati makam. Tapi alhamdulillah ini dibangun, di sini ada sekitar 20 KK yang kerap lewat atau sekitar 100 warga,” jelasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...