Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Permohonan Ditolak, Oknum Notaris Sah Jadi Tersangka Korupsi Bulog Grobogan

Permohonan Ditolak, Oknum Notaris Sah Jadi Tersangka Korupsi Bulog Grobogan
Suasana sidang putusan Praperadilan atas perkara penetapan tersangka PC di Pengadilan Negeri Purwodadi, Selasa (14/6/2022). (Murianews/Kejaksaan Negeri Grobogan)

MURIANEWS, Grobogan – Pengadilan Negeri (PN) Purwodadi Kabupaten Grobogan menolak permohonan praperadilan penetapan tersangka kasus dugaan korupsi bulog grobohan yang diajukan oknum notaris, PC.

Itu terungkap dalam sidang praperadilan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah Bulog Grobogan jilid II di PN Purwodadi, Selasa (14/6/2022).

Penolakan itu tertuang dalam putusan PN Purwodadi bernomor: 2/Pid.Pra/2022/PN Pwd tertanggal 14 Juni 2022. Dengan putusan itu maka PC sah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca: Kompleks Makam Wali di Grobogan Didorong Untuk Dikembangkan

Hakim Sidang Praperadilan Pengadilan Negeri Purwodadi Marolop Winner P Bakara menyatakan surat penetapan tersangka atas kasus Bulog jilid II yang diterbitkan Kejaksaan Negeri Grobogan sudah sah menurut hukum.

”Menolak permohonan Praperadilan Pemohon, menyatakan Surat Penetapan Tersangka atas nama PC yang diterbitkan Termohon sah menurut hukum,” terang Kasi Intel Frengki Wibowo.

Sidang putusan itu sendiri mundur dari jadwal semula. Sedianya, sidang dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB. Namun, sidang baru berlangsung pada sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Diberitakan sebelumnya, oknum notaris, PC diterapkan Kejaksaan Negeri Grobogan sebagai tersangka kedua kasus dugaan korupsi pengadaan tanah Bulog di Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo.

Pihak Kejaksaan Negeri Grobogan sudah berkirim surat ke Dewan Kehormatan Notaris sebelum menahan PC. Belakangan, PC belum ditahan karena mengajukan praperadilan.

Sementara, tersangka pertama dalam kasus yang sama yakni Kusdiyono sudah menjalani masa hukuman. Ia divonis enam tahun penjara dalam sidang putusan yang digelar 22 Maret 2022 lalu.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...