Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kasus PMK di Grobogan Meningkat, Vitamin Hewan Menipis

Kasus PMK di Grobogan Meningkat, Vitamin Hewan Menipis
Pemeriksaan hewan di pasar hewan Kunden, Kecamatan Wirosari, Kamis (19/5/2022). (MURIANEWS/Saiful Anwar)

MURIANEWS, Grobogan – Kasus hewan dengan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Grobogan terus meningkat. Namun, vitamin untuk menunjang kesembuhan hewan terjangkit PMK terus menipis.

Data Dinas Peternakan dan Peternakan (Disnakkan) Grobogan per Senin (14/6/2022) kemarin, seluruh kecamatan di Grobogan sudah zona merah alias terdapat kasus hewan dengan PMK.

Dalam data tersebut, kasus terbanyak ada di Kecamatan Gabus dengan 232 kasus. Disusul Kecamatan Wirosari (133 kasus) dan Kecamatan Geyer (105 kasus).

Baca: PMK Mewabah, Peternak Grobogan Dilarang Jual Ternaknya ke Luar Daerah

Total kasus aktif sebanyak 829 kasus. Jumlah itu bertambah 15 kasus dari hari sebelumnya. Sementara, total ternak meninggal akibat PMK sejauh ini ada enam ekor.

Kepala Disnakkan Grobogan Riyanto mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya untuk menekan laju kasus tersebut. Salah satunya, yakni pemberian vitamin pada hewan ternak yang dilaporkan terjangkit.

Lebih lanjut, dia menambahkan, saat ini stok vitamin terus menipis. Di toko obat hewan juga banyak yang kehabisan stok. Tidak hanya itu, stok di tingkat provinsi juga masih kosong.

”Sudah menipis semua. Mau beli di toko obat hewan ya pada kehabisan stok. Provinsi juga belum ada stok lagi, sama saja,” kata Riyanto, Selasa (14/6/2022).

Sementara, terkait penutupan pasar hewan, pihaknya masih melihat perkembangan kasus. Selain itu, juga melihat kebijakan daerah kabupaten tetangga.

”Melihat perkembangan kasus dan kebijakan kabupaten tetangga (soal penutupan pasar, red),” tambahnya.

Sebelumnya, menyusul meningkatnya kasus, Disnakkan Grobogan meminta masyarakat melaporkan kepada petugas apabila terdapat ternak dengan gejala mirip PMK.

”Kami sudah menyebarkan nomor agar masyarakat melaporkan apabila ada hewan dengan ciri-ciri mirip PMK. Semua hewan yang bergejala diperlakukan positif PMK,” tutupnya.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...