Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pabrik Gula Tanjungmojo Kudus Pernah Dibom Jepang

Pabrik Gula Yanjungmojo hanya tersisa bangunan rumah dinas untuk karyawan di di Desa Tanjungrejo, Kudus, Jawa Tengah. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus — Pabrik Gula Tanjungmojo, menjadi pabrik gula terbesar di Kabupaten Kudus di era Belanda. Pabrik ini pernah dibom oleh Jepang saat Perang Dunia Kedua tahun 1941.

Lokasi pabrik gula ini berada di wilayah administrasi Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Tanjungrejo, Hadi Paryono menjelaskan, Pabrik Gula Tanjungmojo berdiri pada 1836. Penamaan Tanjungmojo diambil dari nama Desa Tanjungmojo (sekarang Tanjungrejo, red).

”Desa sini dahulu namanya Desa Tanjungmojo. Nama desa berubah menjadi Desa Tanjungrejo pada tahun 1966 setelah peristiwa G30 S PKI,” katanya, Selasa (14/6/2022).

Baca: Pabrik Gula Tanjungmojo Kudus, Dibangun Belanda untuk Eropa

Pabrik Gula Tanjungmojo ini dahulunya mengekspor gula pasir ke Eropa. Pabrik ini menjadi yang terbesar di Kudus saat era kolonial Belanda.

”Tetapi pabrik ini hancur saat dibom Jepang pada peristiwa Perang Dunia kedua tahun 1941,” ujarnya.

Menurut dia, ada hal aneh saat peristiwa pengeboman terjadi. Saat itu ada seorang ulama Desa Tanjungmojo yang bernama Kaji Sirat.

“Mbah Kaji Sirat ini punya karamah seperti wali. Sebelum terjadi pengeboman atau sehari sebelumnya, Mbah Sirat ini mengelilingi area Pabrik Gula Tanjungmojo sebanyak tiga kali,” terangnya.

Baca: Sejarah Pabrik Gula Besito, Pabrik Gula Pertama di Kudus

Alhasil, keesokan harinya, bom dari Jepang itu hanya meledak di area Pabrik Gula Tanjungmojo saja. Sedangkan bom yang jatuh di area luar pabrik tidak meledak.

“Pabrik Gula Tanjungmojo nya meledak. Tetapi wilayah di luar area pabrik yang juga dibom, tetapi bomnya tidak meledak. Hanya kawasan pabriknya saja yang meledak,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Pabrik Gula Tanjungmojo merupakan pabrik gula terbesar di Kabupaten Kudus saat era Kolonial Belanda. Pabrik Gula Tanjungmojo berdiri setelah Pabrik Gula Besito.

Baca: Pabrik Gula di Kudus Saksi Bisu Tanam Paksa Belanda

Keberadaan Pabrik Gula Tanjungmojo untuk meng-cover Pabrik Gula Besito guna memenuhi kebutuhan produksi gula pasir ke Eropa.

Beberapa tahun setelahnya yakni pada tahun 1840 Belanda membangun Pabrik Gula Rendeng yang masih beroperasi hingga saat ini.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...