Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Anak Bupati Banjarnegara Diperiksa KPK

Lambang KPK. (Dok. Murianews)

MURIANEWS, Semarang – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa anak Bupati (Nonaktif) Banjarnegara Budhi Sarwono, Lasmi Indaryani. Anggota DPR RI dari Partai Demokrat itu diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di Pemkab Banjarnegara tahun 2019-2021.

Baca: Bupati Banjarnegara Divonis Delapan Tahun, Begini Respon Jaksa KPK

”Pemeriksaan itu dilakukan KPK di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah (Jateng), Kota Semarang, Selasa (14/6/2022),” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri seperti dikutip Antara.

Ia menyebutkan,selain memanggil Laksmi, KPK juga memanggil tiga saksi lainnya dalam kasus yang menjerat Bupati (nonaktif) Banjarnegara itu.

Ketiganya yakni Kasman dari PT Daya Samudera Cipta Mandiri, Mistar sebagai sopir PT Bumi Redjo dan Direktur Utama PT Sutikno Tirta Kencana, dan Sartono dari pihak swasta atau staf quality control PT Agung Darma Intra.

Sebelumnya, KPK kembali menetapkan Budhi sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait pengadaan barang atau jasa di Pemkab Banjarnegara pada tahun 2019-2021 dan penerimaan gratifikasi.

Pada 15 Maret 2022, KPK juga telah menetapkan Budhi sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Baca: JPU KPK Minta Vonis Bupati Banjarnegara Sesuai Tuntutan

Lalu pada Kamis (9/6/2022), Budhi divonis 8 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Jawa Tengah, terkait dengan kasus dugaan suap dan gratifikasi dalam berbagai proyek yang diduga melibatkan tiga perusahaan miliknya pada kurun waktu 2017 hingga 2018.

Selain itu, hakim juga menjatuhkan vonis berupa denda sebesar Rp 700 juta, yang jika tidak dibayarkan maka akan diganti kurungan selama 6 bulan. Namun hakim tidak menjatuhkan hukuman tambahan berupa pembayaran yang pengganti kerugian negara Rp 26,02 miliar sebagaimana tuntutan jaksa.

Nama Lasmi sebelumnya sempat menyita perhatian publik sebagai whistle blower atau pelapor dalam kasus mafia sepak bola. Kala itu, Lasm melaporkan kasus pengaturan skor di ranah sepak bola Indonesia kala dirinya menempati posisi sebagai manajer Persibara Banjarnegara yang tampil di kancah Liga 3 Indonesia.

Akibat pengungkapan kasus mafia bola itu sejumlah tokoh sepak bola di Jateng dan nasional pun terseret hingga dijatuhi hukuman. Salah satunya adalah mantan Ketua Asprov PSSI Jateng dan anggota Exco PSSI, Johar Lin Eng.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Antara

Comments
Loading...