Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sejarah Pabrik Gula Besito, Pabrik Gula Pertama di Kudus

Bekas rumah dinas pegawai Pabrik Gula Besito, Kudus, Jawa Tengah yang masih berdiri hingga saat ini. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus — Banyak yang tidak mengetahui jika di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dulu ada pabrik gula lain yang sempat berjaya selain Pabrik Gula (PG) Rendeng. Pabrik gula itu yakni Pabrik Gula Besito, yang menjadi pabrik gula pertama dibangun Belanda di Kudus.

Sejarawan Kudus Edy Supratno menjelaskan, Pabrik Gula Besito berdiri pada tahun 1835. Pabrik ini dibangun setahun lebih awal dibandingkan dengan Pabrik Gula Tanjungmojo yang berada di Desa Tanjungrejo, Kudus pada tahun 1836.

Sementara Pabrik Gula Rendeng yang hingga saat ini masih eksis, baru berdiri di tahun 1840.

Pabrik-pabrik ini didirikan untuk mengisi kas Belanda yang terkuras habis usai Perang Jawa melawan Diponegoro. Pabrik gula ini yang menjadi penanda sistem tanam paksa Cultuurstelsel.

Pabrik Gula Besito terletak di Desa Besito, saat ini masuk wilayah administrasi Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Pada era Belanda, Pabrik Gula Besito disebut dengan nama Suiker Fabrik Besito. Pabrik Gula Besito berdiri lebih dahulu karena saat itu lahan yang sudah siap berada di Desa Besito.

“Belanda sudah menyiapkan area pertanian di Desa Besito. Maka untuk yang pertama berdiri memang Pabrik Gula Besito itu,” katanya, Selasa (14/6/2022).

Baca: Pabrik Gula di Kudus Saksi Bisu Tanam Paksa Belanda

Menurut Edy, lahan pertanian yang dikelola Pabrik Gula Besito lumayan luas. Yakni dimulai dari sekitar bekas rumah dinas karyawan Pabrik Gula Besito, yang hingga saat ini masih berdiri. RT 01, RW 01, Desa Besito.

Dari situ membentang hingga ke arah Jalan Lambao, Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus (kawasan saat ini berada di sekitar Pfft Coffee, Kudus, red).

”Di situ kan ada namanya Jalan Lambao. Lambao itu artinya pertanian. Dahulu sampai situ luasan pertanian tebu Pabrik Gula Besito,” ujarnya.

Baca: Pabrik Gula Tanjungmojo Kudus, Dibangun Belanda untuk Eropa

Menurut dia, luasan lahan tebu yang dimiliki Pabrik Gula Besito itu sekitar 959 bau. Satu bau memiliki luasan sekitar7.000 meter persegi. Dari catatan yang ada, pada tahun 1928 Pabrik Gula Besito mampu memproduksi 8.897 ton gula pasir.

”Di sekitar situ juga ada saluran irigasi. Pabrik gula kan selalu dekat dengan irigasi sebagai sarana penunjang produksi gula pasir,” terangnya.

Saat ini keberadaan Pabrik Gula Besito sudah tidak ditemukan bangunan fisiknya. Namun, di Jalan Besito-Gebog RT 01, RW 01, Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah masih dapat ditemui dua bangunan yang dulunya digunakan sebagai rumah dinas pegawai Pabrik Gula Besito.

Baca: Selain PG Rendeng, di Kudus Ada Dua Pabrik Gula Lain yang Sempat Berjaya

Kedua bangunan rumah dinas tersebut menghadap ke timur. Kedua bangunan tersebut tampak tidak terawat.

Bagian dinding terlihat kusam. Selain itu di sekitar area halaman ditumbuhi rumput yang sudah meninggi.

Belum ada catatan pasti kapan pabrik ini mulai tidak beroperasi. Namun diperkirakan setelah tahun 1940.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...