Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

PMI Pati Pastikan Stok Darah Aman

PMI Pati Pastikan Stok Darah Aman
Masyarakat saat mendonorkan darahnya. (Murianews/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati memastikan stok darah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah saat ini aman. Pasokan darah yang ada, dapat memenuhi permintaan.

Apalagi, saat peringatan Hari Donor Darah Sedunia, Selasa (14/6/2022) banyak masyarakat atau kelompok masyarakat yang mau mendonorkan darahnya.

Humas Unit Donor Darah (UUD) PMI Pati, Syafaati mengatakan, di momen Hari Donor Darah Sedunia ini ada kegiatan donor darah di dua tempat.

Baca: Rekening Emak-Emak di Pati Dibobol, Ini Kata BRI

Ia pun bersyukur atas keadaan ini. Mengingat beberapa saat lalu, stok darah di Kabupaten Pati sempat sedikit.

”Banyak masyarakat yang mau mendonorkan darahnya. Apalagi hari ini ada penggalangan darah di perusahaan Dua Kelinci dan Balai Masyarakat,” ujar Syafaati.

Dijelaskan, stok darah saat ini yakni golongan darah A ada 53 kantong, golongan darah B sebanyak 85 kantong, golongan darah O ada 70 kantong, dan golongan darah AB sebanyak 40 kantong.

Jumlah tersebut dinilainya sudah cukup untuk beberapa waktu ke depan. Saat ditanya terkait golong darah yang sulit didapat, pihaknya merasa tidak mengalami kesulitan. Kecuali, ketika ada peningkatan demam berdarah.

”Kelihatannya ini aman terus. Rata-rata yang donor kesini sekitar 10 orang setiap harinya. Lalu, yang dominan dicari tidak menentu, jadi musiman. Kalau saat ini masih rata-rata semua golongan darah,” ungkapnya.

Syafaati menjelaskan, tiap hari setidaknya ada permintaan darah sebanyak 30 kantong, sehingga kondisi itu masih aman dengan stok yang ada.

Sebagai upaya menjaga stok, pihaknya rutin memberikan edukasi pada masyarakat. Yakni, tentang manfaat dari donor darah serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membantu sesama.

”Upaya-upayanya biasanya kita sosialisasi, lewat relawan PMI, atau lewat media. Kalau biasa rutin 3 bulan sekali dengan desa-desa,” imbuhnya.

Sementara saat ini pihaknya belum melakukan kerja sama dengan instansi pendidikan. Karena kondisi saat ini dirasa belum memungkinkan.

”Di sekolahan belum aktif secara rutinitas, masih class metting, dan mendekati liburan. Jadi kami belum bisa mendekati sekolahan karena kondisi transisi. Jadi anak-anak masih masa adaptasi,” tutupnya.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...