Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Rekening Emak-Emak di Pati Dibobol, Ini Kata BRI

Rekening Emak-Emak di Pati Dibobol, Ini Kata BRI
Siti Mardiyah saat melaporkan pembobolan rekening di BRI Pati. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Pati – Rekening seorang ibu bernama Siti Mardiyah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah dibobol. Uang Rp 206 juta di rekening pun amblas dibawa pelaku pembobolan. Kasus itu pun membuat BRI Cabang Pati angkat suara.

Pemimpin Cabang BRI Pati, Muhammad Ridwan meminta, seluruh nasabahnya berhati-hati. Mereka juga diminta tak menyebarkan pesan rahasia kepada seseorang meskipun mengatasnamakan BRI.

”BRI mengimbau agar nasabah lebih berhati-hati dan tidak menginformasikan kerahasiaan data pribadi serta data perbankan pada orang lain termasuk mengatasnamakan BRI,” katanya, Selasa (14/6/2022).

Baca: Rp 206 Juta di Rekening Emak-Emak Pati Dibobol, Hati-Hati Ini Modusnya

”Baik melalui tautan, website, maupun pesan singkat dari sumber tidak resmi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” lanjut dia.

Adapun data perbankan itu yakni nomor rekening, nomor kartu ATM, PIN, user dan password internet banking, hingga sandi One Time Password (OTP).

Menurutnya, penyebaran pesan rahasia itu dapat membuat seseorang untuk membobol rekening nasabah. Untuk itu, Ridwan meminta para nasabahnya mewaspadai segala bentuk modus penipuan serta kejahatan perbankan.

”BRI hanya menggunakan saluran resmi website dan social media resmi atau yang sudah terverifikasi sebagai media komunikasi. Saluran itu dapat diakses masyarakat secara luas,” tandas dia.

Diberitakan sebelumnya, rekening seorang ibu bernama Siti Mardiyah dibobol pada Jumat (10/6/2022) lalu. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.

Awalnya dia menerima pesan singkat dari orang tak dikenal. Saat itu, pengirim mengaku salah mengisi token listrik dan isi pulsa ke nomornya.

”Saya dikirimi nomor (seri token listrik) dan dia meminta saya mengirimkan tangkapan layar bila ada SMS token listrik. Kemudian saya kirimkan (tangkap layar) ke WA pelaku,” ujar warga Desa Ngening, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Senin (13/6/2022).

Setelah itu, uang senilai Rp 206 juta di rekeningnya hilang dalam waktu lima menit. Uang itu lenyap dengan delapan kali mutasi. Mengetahui adanya transaksi itu, korban bersama keluarganya pun melapor ke BRI.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...