Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Panggung Terbuka di Pati Dibolehkan, Dangdut Belum Diizinkan

Panggung Terbuka di Pati Dibolehkan, Dangdut Belum Diizinkan
Bupati Pati Haryanto saat menghadiri penetapan 12 Desa Wisata. (Murianews/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Pemerintah Kabupaten Pati telah membolehkan pentas di panggung terbuka. Namun, khusus pentas musik dangdut masih belum diberi lampu hijau.

”Untuk pentas dangdut belum diizinkan,” ujar Bupati Pati Haryanto kepada Murianews, Senin (13/6/2022) kemarin.

Perlakuan ini, berbeda terhadap pagelaran salawat dan sedekah bumi. Haryanto mengizinkan pagelaran salawat, pengajian dan kegiatan budaya di panggung terbuka.

Baca: Duh! Pemohon Dispensasi Nikah di Pati Meningkat

Bahkan Haryanto sempat menghadiri peresmian 12 desa wisata di Bukit Pengusen, Gunungwungkal yang juga dihadiri ratusan orang.

Ia beralasan pentas dangdut di panggung terbuka memiliki mudarat lebih tinggi dibandingkan acara salawat dan kebudayaan lainnya.

”Pentas seperti dangdut belum diizinkan karena mudaratnya lebih banyak ketimbang manfaatnya. Terbukti di beberapa daerah banyak juga yang justru menimbulkan gesekan (tawuran, red). Namun kalau untuk kegiatan-kegiatan salawat kami izinkan,” tutur Haryanto.

Kebijakan ini berbeda dengan aturan yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 29 tahun 2022 tentang PPKM Level 1 Covid-19.

Dalam aturan yang diterbitkan pada 7 Juni itu, kegiatan seni, budaya, dan kegiatan yang menimbulkan keramaian di daerah PPKM level 1 diizinkan buka 100 persen.

Namun, tetap mengedepankan protokol kesehatan. Kemudian, hanya pengunjung dengan kategori hijau di aplikasi PeduliLindungi yang boleh.

Meskipun Bupati melarang, pementasan dangdut di Kabupaten Pati sudah mulai digelar selepas Lebaran 1443 H/2022 M. Banyak pementasan dangdut digelar di desa-desa Kabupaten Pati untuk meramaikan hajatan atau halal bihalal.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...