Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

358 Jemaah Asal Pati Tiba di Makkah, Disambut Lantunan Selawat Badar

358 Jemaah Asal Pati Tiba di Makkah Disambut dengan Lantunan Selawat Badar
jemaah tiba di Kiswah disambut dengan lantunan selawat badar (kemenag.go.id)

MURIANEWS, Makkah – Sebanyak 358 jemaah haji asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng) yang tergabung dalam kloter 1 Embarkasi Solo (SOC 1), tiba di Hotel Kiswah, Jarwal-Makkah. Kedatangan mereka disambut dengan lantunan selawat badar oleh pihak hotel dan penyelenggara haji Arab Saudi.

Tidak hanya itu, tamu-tamu Allah ini juga disambut oleh disambut Konjen RI di Jeddah Eko Hartono dan Ketua Muassasah Asia Tenggara Adnan Manduro. Hadir juga Kepala Daker Makkah Muhammad Khanif dan jajaran pimpinan maktab.

Ketika rombongan yang berjumlah 8 bus itu berada di depan Hotel tepat pukul 23.00 waktu Arab Saudi, selain dilantunkan selawat badar, mereka juga diberikan bunga. Kemudian diberikan juga air zam-zam dan sovenir khas Makkah.

Baca: Jemaah Haji Indonesia asal Pati Mulai Tunaikan Umrah Wajib

Konjen RI di Jeddah Eko Hartono mengatakan, kehadiran jemaah SOC 1 ini menandai dimulainya fase kedatangan jemaah di Makkah.

”Ini rombongan pertama jemaah kita yang bergerak dari Madinah menuju ke Makkah. Ini adalah kloter pertama yang datang ke Madinah pada 4 Juni 2022. Mereka dari embarkasi Solo. Kami juga menyambut rombongan pertama ini,” terang Eko Hartono, dikutip dari kemenag.go.id, Selasa (14/6/2022).

Eko juga mengingatkan bahwa haji adalah ibadah fisik. Karena itu, para jemaah selain juga harus menjaga kesehatan dan menjaga kemampuan diri. Mengingat, saat ini situasinya masih pandemi Covid-19.

”Meski pandemi Covid-19 mereda, tetap hati-hati agar kita tidak tertular. Perlu kedisiplinan jemaah. Jaga stamina. Jika tidak diperlukan jangan berkerumun,” pesan Eko.

Baca: Ini yang Harus Dilakukan Jemaah Haji jika Lupa Arah Pulang ke Hotel saat di Madinah, Jangan Panik

Pihaknya juga berpesan bahwa saat ini ada berbagai pengetatan di Saudi. Misalnya, di Masjidil Haram tidak boleh berfoto-foto dengan membawa identitas diri dan kelompok, seperti spanduk, seragam, dan lainnya.

”Sekarang tidak boleh jemaah berkelompok membawa identitas diri apakah seragam atau spanduk, lalu berfoto, itu dilarang. Ini ada kejadian saat umrah. Ini juga harus kita sampaikan ke jemaah,” tutupnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kemenag.go.id

Comments
Loading...