Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Rp 206 Juta di Rekening Emak-Emak Pati Dibobol, Hati-Hati Ini Modusnya

Rp 206 Juta di Rekening Emak-Emak Pati Dibobol, Hati-Hati Ini Modusnya
Korban pembobolan rekening didampingi keluarganya saat melakukan pelaporan ke BRI Pati. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Pati – Kasus pembobolan rekening terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Seorang nasabah BRI, Siti Mardiyah kehilangan uangnya di rekening BRI. Nilainya, Rp 206 juta.

Mardiyah mengatakan, pembobolan itu terjadi Jumat (10/6/2022) sekitar pukul 15.00 WIB. Nasabah BRI kantor Cabang Pembantu Juwana itu menceritakan awal mula pembobolan berlangsung.

Mulanya, ia mendapatkan pesan singkat dari seseorang. Dalam pesan itu, pengirim mengaku salah mengisi token listrik dan salah isi pulsa ke nomornya.

Baca: Ini Kronologi Pembobolan Bank Jateng Berjamaah di Pati

”Saya dikirimi nomor (seri token listrik). Dan ia meminta saya mengirimkan tangkapan layar (screenshoot) bila ada SMS token listrik. Kemudian saya kirimkan (screenshoot SMS) ke WA pelaku,” ujar warga Desa Ngening, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati ini.

Setelah itu, kata Mardiyah, uangnya senilai Rp 206 juta di rekeningnya hilang dalam waktu lima menit, dengan delapan kali mutasi. Mengetahui adanya transaksi tersebut, korban bersama suaminya, Awi, anggota DPRD Kabupaten Pati 2014-2019, melapor ke BRI.

Mereka mendatangi ke BRI Cabang Pembantu Juwana, kemudian ke BRI Kantor Cabang Pati, Senin (13/6/2022). Mardiyah juga berencana melapor ke Polres Pati.

Mardiyah berharap uangnya yang dibobol tersebut bisa kembali, dan pelaku pembobolan segera dapat ditangkap.

”Saya minta ya, bank sekelas BRI untuk bertanggungjawab, karena pembobolan IT, kita masyarakat awam sangat tidak memahami. Sehingga BRI harus bertanggungjawab terhadap pembobolan dana nasabah yang tidak sedikit itu,” tandas dia.

Sedang pihak BRI Kantor Cabang Pati ketika dimintai tanggapannya, belum berkenan menemui awak media yang sudah menunggu hingga satu jam.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...