Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Hujan Deras, Talut Sepanjang 30 Meter Timpa Rumah di Karanganyar

Petugas polisi menunjukkan dampak bencana alam tanah longsor di Dusun Buku RT 001/RW 001 Desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, pada Minggu (12/6/2022) sore. (Istimewa)

MURIANEWS, Karanganyar — Hujan deras yang mengguyur Desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, membuat talut sepanjang 30 meter longsor dan menimpa rumah warga.

Longsornya talut setinggi lima meter tersebut menimpa rumah milik warga setempat, Sunarto, Minggu (12/6/2022) sore. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Baca: Longsor Timbun Jalan Antarkecamatan di Karanganyar, Warga Terpaksa Memutar 10 KM

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Bagoes Darmadi mengatakan, akibat longsor tersebut Sunarto dan keluarga terpaksa mengungsi untuk menghindari longsor susulan.

”Material longsor mengakibatkan rumah Bapak Sunarto mengalami keretakan sepanjang 10 meter. Sekarang keluarganya masih mengungsi ke tempat aman,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Senin (13/6/2022).

Bagoes menjelaskan, tanah di kawasan tersebut sangat labil dan rawan terjadi tanah longsor. Sehingga, lanjutnya, bencana alam longsor susulan masih mengintai korban dan keluarganya.

Untuk sementara, korban dan keluarga mengungsi di tempat aman. Saat kejadian tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai jutaan rupiah. ”Proses evakuasi sudah kami lakukan,” ungkapnya.

Baca: Tebing Kali Anyar Solo Longsor, Satu Rumah Warga Roboh

Hingga kini tim BPBD, sukarelawan, TNI, Polri, dan masyarakat sekitar masih membersihkan material tanah longsor yang menimpa rumah korban. Pembersihan material longsoran dilakukan dengan kerja bakti menggunakan peralatan manual.

BPBD juga menyerahkan bantuan logistik untuk korban tanah longsor tersebut. Pihaknya mengimbau warga di daerah rawan longsor, terutama di kawasan tebing atau lereng Gunung Lawu untuk waspada terhadap ancaman tanah longsor.

Hal ini seiring dengan prediksi bahwa intensitas hujan semakin tinggi dalam beberapa hari ke depan.

”Harus waspada longsor bagi warga yang di kawasan perbukitan. Terutama saat hujan lebih dari dua jam dan intensitasnya tinggi atau deras,” tandasnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...