Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kudus Hanya Punya Dua Dokter Hewan Tangani PMK

Dispertan Kudus mengecek kesehatan hewan di Pasar Hewan, Kudus, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus — Wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) kini mulai menyebar di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Sementara jumlah dokter hewan yang ada di Kudus hanya ada dua orang.

Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kudus Drh Anton Cahyono membenarkan hal itu. Meski demikian menurut dia, jumlah dokter hewan itu masih bisa mampu menangani.

Diketahui, di Kabupaten Kudus telah ada temuan sebelas hewan ternak positif PMK. Jumlah itu terdiri dari delapan ekor sapi dan tiga ekor kerbau.

”Dengan keterbatasan yang ada, kami tetap menjalankan tugas dengan maksimal. Sejauh ini masih dapat menangani permasalahan PMK di Kudus,” katanya, Senin (13/6/2022).

Apalagi menurutnya, dua orang dokter hewan ini juga dibantu dengan tenaga paramedis.

”Masih ada teman-teman paramedis juga yang membantu. Saya rasa masih cukup,” ujarnya.

Baca: Anggaran Penanganan PMK di Kudus Minim, Segini Nilainya

Sebagai dokter hewan yang saat ini menangani PMK, ada beberapa tugas yang dijalaninya. Salah satunya melakukan diagnosis terhadap hewan ternak di lapangan terkait terpapar PMK atau tidak.

”Tugasnya menangani hewan ternak yang terindikasi sakit. Begitu ada laporan kami telusuri,” jelasnya.

Lebih lanjut, ketika ada temuan ternak yang terpapar PMK, pihaknya akan melakukan treatment. Pihaknya juga akan melakukan pemantauan ternak yang terpapar PMK.

”Intinya kami selalu melakukan tracking, treatment, dan juga monitoring setiap ada hewan ternak yang terpapar PMK. Kami pantau sampai ternak tersebut sembuh,” ungkapnya.

Baca: PMK Mewabah, Dispertan Kudus Jamin Stok Hewan Kurban Aman

Dia juga mengimbau agar peternak berperan aktif setiap kali menemui hewan ternak yang terpapar PMK.

Cirinya dapat dilihat dari adanya sariawan di bagian lidah, memar di bibir, suhu tubuh hewan ternak yang mencapai 39 derajat celsius sampai 41 derajat celsius, dan posisi berdiri kaki yang tidak proporsional.

“Untuk perternak kalau menemui ciri tersebut agar hewan ternaknya dipisahkan dahulu dari hewan ternak yang sehat. Kemudian juga melaporkannya kepada kami,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...