Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Bahtsul Masail PBNU: Hewan Terjangkit PMK Tidak Memenuhi Syarat Kurban

Bahtsul Masail PBNU: Hewan Terjangkit PKM Tidak Memenuhi Syarat Kurban
Salah satu ternak di Jepara terindikasi terjangkit PMK. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar bahtsul masail terkait hewan yang terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) apakah memenuhi syarat untuk kurban atau tidak.

Dalam bahtsul masail tersebut dinyatakan bahwa hewan yang terjangkit PMK dengan menunjukkan gejala klinis, meskipun ringan, tidak memenuhi syarat untuk dijadikan kurban.

Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU, Mahbub Ma’afi Ramadhan mengatakan, dalam bahtsul masail itu tidak hanya berdasakan pada pandangan hukum Islam. Tetapi pada saat berdiskusi juga melibatkan tenaha ahli atau para dokter hewan. Sehingga, keputusan yang diambil lebih akurat.

Dia menjelaskan, ada tiga pertimbangan dalam menentukan hal tersebut. Pertama, PMK adalah salah satu penyakit viral yang bersifat akut, sangat menular pada ternak (hewan berkuku belah), terutama sapi, kerbau, kambing, domba, babi, rusa, kijang, unta, dan gajah.

Baca: PMK Meluas, Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban Aman

Kedua, gejala klinis yang ditemukan pada hewan yang terjangkit PMK terkategori ringan adalah munculnya lesi di lidah dan gusi, demam hingga suhu tubuh mencapai 40-41 derajat celcius, nafsu makan menurun, lesi pada kaki, dan beberapa gejala lainnya.

”Pada tahapan gejala ringan ini hewan akan mengalami penurunan berat badan kisaran 1-2 kilogram per hari tergantung perawatan dan penanganan yang dilakukan,” ungkap Mahbub, dikutip dari Kompas.com, Senin (13/6/2022).

Sementara gejala klinis kategori berat, lanjutnya, ditandai dengan lepuhan besar yang jika pecah maka akan meninggalkan luka, pincang, penurunan berat badan, penurunan produksi susu secara signifikan, bahkan bisa sampai pada kematian hewan ternak.

Baca: Wabah PMK, Harga Sapi Kurban di Jakarta Justru Melambung Tinggi

Ketiga, daging hewan seperti sapi, kambing, domba, yang terjangkit PMK tetap aman untuk dikonsumsi, termasuk susu, atau pun organ lain yang bisa dikonsumsi. Namun, ada bagian organ tertentu seperti jeroan yang memerlukan penanganan khusus.

”Dari sini bisa disimpulkan bahwa gejala klinis hewan yang terjangkit PMK memiliki titik persamaan dengan beberapa contoh yang tersebut dalam hadis dan memenuhi kriteria ‘aib (cacat),” kata Mahbub.

Baca: Pemerintah Akan Bentuk Satgas Penanganan PMK

”Titik persamaan tersebut antara lain berupa penurunan berat badan pada gejala ringan, pincang, dan kematian. Dengan demikian hewan ternak yang terjangkit PMK dan bergejala klinis ringan–apalagi bergejala sedang dan berat–tidak mencukupi syarat untuk dijadikan hewan kurban,” sambungnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...