Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

INFO JATIM

Seorang Kepala Dusun Nikahi Gadis di Bawah Umur Berujung Penjara

Seorang Kepala Dusun Nikahi Gadis di Bawah Umur Berujung Penjara
Ilustrasi

MURIANEWS, Ngawi – Seorang Kepala Dusun Dung Banteng, Kecamatan Kedunglanggra, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur (Jatim) yang berinisial SM (50) terpaksa harus diamankan polisi. SM diduga telah melakukan tindakan asusila dan menikah secara diam-diam dengan gadis di bawah umur.

Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya mengatakan, mulanya SM melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur berinisial SPC. Gadis ini masih berusia 16 tahun. Setelah melakukan persetubuhan itu, SM kemudian menikahi gadis tersebut secara siri.

”Jadi, SM terbukti bersalah melakukan tindakan asusila dengan melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur. Bahkan, hingga terjadi pernikahan siri,” katanya, dikutip dari detikjatim.com, Senin (13/6/2022).

Baca: Polres Pati Dalami Dugaan Tindak Asusila Oknum Guru MI kepada Muridnya

Sementara ibu dari gadis tersebut tidak mengetahui bahwa anaknya telah menikah dengan SM secara siri. Sebab, sebelumnya gadis itu dikabarkan hilang oleh pihak keluarga. Belakangan, diketahui gadis tersebut diajak ke hotel oleh SM untuk disetubuhi.

Wayah mengatakan, SM ditangkap polisi di rumahnya tanpa perlawanan. Polisi melakukan pemeriksaan maraton selama 3 hari sebelum akhirnya menjebloskan SM ke penjara.

”Jadi saat penyelidikan, kami jemput tersangka dari rumah kediamannya. Setelah itu, kami periksa korban dan saksi. Terbukti, SM bersalah dan langsung kami tahan kemarin (Minggu),” kata Wayan.

Baca: Sembilan Bulan, 24 Kasus Asusila Anak di Bawah Umur Terjadi di Banyumas

Wayan mengatakan, pelaku mengakui perbuatan persetubuhan dilakukan sejak April 2022. Korban yang masih berusia 16 tahun juga mengakui perlakuan pelaku. Sementara SM dan SPC menikah siri pada 4 Juni 2022.

Pernikahan itu dilakukan di rumah salah satu tokoh masyarakat di Desa Pelanglor, Kecamatan Kedunggalar. Dari pernikahan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa mahar cincin emas dan juga seperangkat alat salat.

Baca: Polisi di Brebes Dipecat Karena Asusila dan Penipuan

Sementara Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Toni Hermawan menjelaskan, dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan barang bukti berupa kuitansi penginapan hotel dan seprai.

”Barang bukti kuitansi penginapan di hotel yang ada di Sarangan dan juga seprei yang ada saat melakukan persetubuhan,” jelas Toni.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Detikjatim.com

Comments
Loading...