Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mat Hori, Tukang Sapu Jalanan di Pontianak Naik Haji setelah Menabung Belasan Tahun

Mat Hori, Tukang Sapu Jalanan di Pontianak Naik Haji setelah Menabung Belasan Tahun
Foto: Mat Hori, tukang sapu jalanan di kota Pontianak yang berangkat haji tahun 2022 (kemenag.go.id)

MURIANEWS, Kudus – Seorang tukang sapu jalanan di kota Pontianak, Kalimantan Barat menjadi salah satu jamaah haji yang berangkat tahun 1443H/2022M. Tukang sapu ini namanya Mat Hori, warga Jalan Husin Hamzah, Gg Langsai Baru.

”Memang dari dulu saya sudah niat. Akhirnya tercapai juga lah. Alhamdulillah akhirnya tercapai,” ungkap Mat Hori, seperti dikutip dari laman Kementerian Agama, Senin (13/6/2022).

Ucapan syukur tak henti terucap dari mulut Mat Hori. Pasalnya, tidak lama lagi, ia akan mewujudkan salah satu impiannya sebagai seorang muslim, yaitu beribadah haji ke Baitullah.

Baca juga: Seperti Apa Fasilitas Kantor Kesehatan Haji Indonesia di Makkah? Ini Gambarannya

”Alhamdulillah kita akan berangkat haji pada tanggal 17 nanti, hari Jumat,” ujar pria berusia 48 tahun itu.

Ia mengungkapkan, bisa menjadi salah satu jemaah yang diberangkatkan Indonesia di tahun ini merupakan anugerah. Mat Hori pun mengungkapkan bagaimana perjalanannya agar dapat mendaftar haji.

Pria yang saat ini terdaftar sebagai Pegawai Harian Lepas (PHL) pada Dinas Lingkungan Kota Pontianak ini mengaku telah menyisihkan penghasilannya selama hampir 12 tahun sebelum kemudian mendaftar haji.

“Dulu saya masih kerja menarik becak. Itu sebelum masa SBY. Sudah sisihkan uang,” kisahnya.

Penghasilan yang saat itu tak banyak, tidak menyurutkan niat Mat Hori untuk menabung demi berangkat ke tanah suci. Untuk kehidupan sehari-hari, sang istri juga membantu dengan berjualan makanan di rumah.

Perjalanan hidup tidak selalu mulus. Delapan tahun lalu, becak mati suri di Kota Pontianak. Mat Hori terpaksa beralih pekerjaan.

”Becak mati kutu. Saya pun kerja apa saja. Termasuk jadi penyapu jalanan di Kota Pontianak,” kisahnya.

Sebagai tukang sapu jalanan, Mat Hori biasa memulai pekerjaannya pada pukul lima pagi. Selama kurang lebih tiga jam, Mat Hori akan menyapu di sepanjang jalan raya Kota Pontianak.

”Sebagai tukang sapu jalanan, saya ada penghasilan Rp 1.540.000 setiap bulan. Itu sebagian saya sisihkan untuk berangkat haji,” tuturnya.

Dua tahun tertunda akibat pandemi, Mat Hori bersyukur akhirnya bisa mewujudkan mimpinya pergi ke tanah suci. ”Alhamdulillah, akhirnya akan tercapai,” pungkasnya.

Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak Mi’rad mengaku sangat terkesan dengan perjuangan Mat Hori. Menurutnya, ini salah satu bukti bahwa Allah akan membantu hamba-Nya yang bersungguh-sungguh memenuhi panggilan-Nya.

”Saya terkesan sekali ada salah satu jemaah haji kita yang berprofesi sebagai tukang sapu, dapat menunaikan ibadah haji, dapat dipanggil oleh Allah. Ibadah haji betul-betul rahasia Allah,” ujar Mi’rad.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: kemenag.go.id

Comments
Loading...