Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Catat, Mobil Mewah Tidak Boleh Pakai Pertalite

Catat, Mobil Mewah Tidak Boleh Pakai Pertalite
Sejumlah kendaraan mengantre di SPBU Dawe menunggu pasokan pertamax dan pertalite datang. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Jakarta – Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) akan membatasi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite dan solar. Karena itu, hanya kendaraan tertentu nantinya yang diperbolehkan untuk menggunakan pertalite.

Sementara untuk mobil mewah, pemerintah secara tegas akan melarang. Regulasinya saat ini tengah digodok. Namun, untuk jenis mobil mewahnya sendiri, hingga saat ini belum ada kejelasan.

”Apakah mobil pelat hitam boleh tetapi yang tergolong mewah tidak boleh. Kriteria mewah itu seperti apa, apakah mengikuti Kementerian Keuangan PPN barang mewah itu kan menjadi kajian kita,” kata Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman, dikutip dari detik.com, Minggu (12/6/2022).

Baca: Curhat Jokowi Soal Subsidi Pertalite, Solar Hinga Elpji yang Gede Sekali

Dia juga mengungkapkan bahwa kuota untuk pertlatie ini cukup terbatas, sehingga penggunannya perlu diatur sedemikian rupa.

“Ya memang karena kuotanya terbatas, maka ya harus diatur. Ini kan pemerintah selisih, membayar kompensasi. JBKP ini kan volumenya ditentukan, harganya juga diatur,” terangnya.

Saleh juga mengaku bahwa saat ini pemerintah mengeluarkan banyak uang untuk menyubdisi BBM jenis pertalite tersebut. Apabila hal itu diteruskan dan tidak dibatasi, maka konsumsi pertalite justru akan membengkak.

Baca: Beli Pertalite Pakai MyPertamina, Bagaimana Larangan Main HP di SPBU?

”Kalau ini tidak direm tentu sangat besar (kompensasi). Belum tentu juga ini digunakan untuk hal-hal yang produktif. Untuk kendaraan niaga, pelat kuning, apakah diberikan izin untuk menggunakan Pertalite itu opsinya,” imbuhnya.

Namun demikian, ia belum bisa memastikan siapa saja nantinya yang boleh membeli Pertalite. Pihaknya tengah mengkaji berapa kuota yang bisa diselamatkan dari berbagai mekanisme tersebut. Yang terpenting skema pengaturan itu harus mudah diterapkan di lapangan.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...