Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Curhat Jokowi Soal Subsidi Pertalite, Solar Hinga Elpji yang Gede Sekali

Curhat Jokowi Soal Subsidi Pertalite, Solar Hinga Elpji yang Gede Sekali
Presiden Jokowi (Instagram/@jokowi)

MURIANEWS, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahkan hingga saat ini pemerintah masih menyubsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite dan solar, kemudian ditambah lagi Elpiji.

Dia juga menyatakan bahwa subsidi untuk sektor energi tersebut cukup berat. Bahkan harga yang harus dibayar oleh APBN sangat besar sekali.

”Tetapi memang yang berat itu APBN. APBN menjadi berat karena subsidinya sekarang untuk BBM, Pertalite, solar, LPG, subsidinya menjadi Rp 502 triliun, gede sekali,” kata Jokowi dalam silaturahmi dengan Relawan Tim 7 di di E-Convention Ancol, dikutip dari detik.com, Sabtu (11/6/2022)

Baca: Belanja Pemerintah untuk Subsidi BBM dan Elpiji Naik Dua Kali Lipat

Menurutnya, tidak ada negara yang berani mengeluarkan subsidi hingga sebesar itu. Namun, Indonesia justru berani, sekali pun situasinya cukup menegangkan.

”Enggak ada negara yang seberani kita melakukan ini, subsidi segede ini,” sambung Jokowi.

Alasan Jokowi untuk tetap memberikan subsidi energi tersebut lantaran saat ini ekonomi masyarakat belum pulih sepenuhnya. Dampak Pandemi covid-19 masih dirasakan hingga saat ini.

“Karena memang rakyat belum pulih dari pandemi ya harus kita lakukan. Itu yang kita putuskan, Setuju? Apa pilih BBM naik?,” imbuhnya.

Baca: Pemerintah Didorong Tingkatkan Produktivitas WOWS Ketimbang Pangkas Subsidi BBM

Pada kesempatan yang sama, Jokowi mengingatkan jika APBN ada batasnya. Namun pemerintah akan melakukan pengencangan sampai akhir tahun agar tidak ada kenaikan harga dengan subsidi.

Jokowi membandingkan harga BBM di Indonesia yang tidak dinaikkan. Menurutnya harga BBM saat ini jauh dengan AS dan Singapura. Berkat subsidi, harga pertalite masih Rp 7.650 dan pertamax Rp 12.500. Harga tersebut jauh berbeda dengan AS yang sebesar Rp 33.000 dan Singapura sebesar Rp 19.400.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: detik.com

Comments
Loading...