Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

METRO JATENG

Catat! Ini Perbedaan PPDB SMA-SMK Tahun Ini dengan Tahun Lalu di Jateng

Petugas  membantu orang tua wali calon peserta didik yang kesulitan mendaftar melalui online. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Semarang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah menyatakan ada tiga hal yang berbeda dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA-SMK dibandingkan tahun PPDB lalu.

Sekertaris Disdikbud Jateng Suyanta mengatakan, perbedaan tersebut di antaranya adalah adanya verifikasi dokumen faktual diawal, tidak ada penjurusan di SMA dan jalur afirmasi ada penambahan bagi anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal karena Covid-19 sebanyak 3 persen.

”Perbedaannya di tiga hal tersebut. Untuk lainya, masih sama,” kata Suyanta seperti dikutip Solopos.com, Sabtu (11/6/2022).

Ia menjelaskan, merujuk dari data petunjuk teknis (Juknis) PPDB Jateng 2022-2023, jalur afirmasi pada tahun ini paling sedikit 20 persen. Dalam hal calon peserta didik jalur afirmasi ini, apabila tidak mencapai 20 persen maka dialihkan jalur zonasi.

Pada jalur zonasi, peserta didik yang wajib diterima paling sedikit 55 persen. Termasuk di dalamnya kuota zonasi khusus paling banyak 10 persen dari daya tampung.

Sedangkan pada jalur prestasi, peserta didik yang diterima sebanyak 20 persen dan pada jalur perpindahan tugas orang tua atau wali, paling banyak 5 persen. Apabila kedua jalur itu mendapati sisa kuota, maka akan dialihkan ke jalur zonasi.

”Kepada masyarakat, saya harap melakukan PPDB ini dengan baik, jujur, dan apa adanya. Kita, di Jateng memang baru bisa menampung 41 persen lulusan SMP, sehingga nanti bila tidak bisa diterima di negeri, bisa di swasta,” pinta dia.

Suyanta memastikan akan menindak tegas jika ada oknum panitia PPDB yang terbukti menerima titipan. Bentuk penindakannya disesuaikan juknis berlaku.

”Pasti ada tindakan tegas. Sehingga makanya ini dilakukan verifikasi di awal, supaya tak ada penyeluruhan dokumen,” jelas dia.

Suyanta pun menerangkan, saat ini semua sekolah memiliki kedudukan yang sama, tidak ada lagi sekolah favorit.

”Saat ini terpenting tidak ada sekolah favoritan. Semua sama. Sehingga tak perlu harus sekolah di SMA tertentu, yang bisa SMA terdekat, karena jalur zonasi yang jumlahnya paling banyak,” tutup dia.

Sebagai informasi, pelaksanaan PPBD telah sampai verifikasi berkas, dan pengajuan akun. Yakni dari tanggal 15 sampai dengan 28 Juni.

Untuk pendaftaran dan perubahan pilihan dilakukan mulai 29 Juni hingga 1 Juli. Kemudian pada 2-3 Juli dilakukan validasi dan evaluasi.

Pada tanggal 4 Juli peserta didik akan mendapatkan pengumuman hasil dan 5-7 Juli melakukan daftar ulang. Bila tidak melakukan daftar ulang, maka dianggap mengundurkan diri.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...