Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Duh! Pemohon Dispensasi Nikah di Pati Meningkat

Duh! Pemohon Dispensasi Nikah di Pati Meningkat
Kantor Pengadilan Agama (PA) Kelas I A Pati. (Murianews/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Angka pemohon dispensasi nikah di Kabupaten Pati mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Itu menunjukan pernikahan usia dini makin marak.

Diungkapkan Hakim Juru Bicara Kantor Pengadilan Agama Kelas IA Pati, Sutiyo, hingga minggu pertama Juni 2022, sudah ada 333 pemohon dispensasi nikah yang diajukan.

Sutiyo mengatakan angka itu jauh lebih tinggi di banding tahun lalu dengan periode yang sama. Pada Juni tahun lalu, permohonan dispensasi nikah hanya sekitar 200-an kasus.

Baca: Ada yang Hamil Duluan, 270 Remaja di Kudus Minta Dispensasi Nikah

”Tahun ini ada kenaikan 10 persen dibanding tahun dan periode sama. (Tahun) kemarin hanya 200 an perkara,” ujar Sutiyo.

Ia menilai tingginya permohonan dispensasi nikah tahun ini disebabkan oleh faktor sosiologis. Sementara, sebagian kecil lainnya disebabkan karena hamil diluar nikah.

Selain itu, lanjut dia, tingginya kasus ini juga disebabkan karena pemerintah kembali melonggarkan beberapa aktivitas publik setelah sebelumnya ada pengetatan lantaran pandemi Covid-19.

”Alasan naik karena ada kelonggaran aktivitas. Corona menurun, masyarakat yang ingin punya hajat berlomba-lomba untuk segera menunaikannya,” kata dia.

Di samping angka permohonannya yang tinggi, terkabulnya dispensasi nikah juga tinggi. Menurutnya, idealnya, PA hanya mengabulkan permohonan dispensasi nikah atas faktor force majeure atau keadaan yang tidak dapat dihindarkan seperti hamil diluar nikah.

Namun untuk menghindari angka pernikahan di bawah tangan atau siri, pihaknya mengabulkan permohonan dispensasi nikah.

”Misalnya tanggal pernikahan sudah ditentukan, sudah sewa vendor, sebar undangan. Jika tidak dikabulkan pasti larinya kepada perkawinan di bawah tangan atau siri,” tutur dia.

Meskipun demikian, ia berpesan kepada masyarakat untuk menunda pernikahan bila belum berusia 19 tahun ke atas. Ia khawatir bila dipaksakan, tingkat perceraian dan keguguran juga ikut tinggi.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...