Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pedagang Alun-Alun Kembangjoyo Pati Mengeluh Sepi

Pedagang Alun-Alun Kembangjoyo Pati Mengeluh Sepi
Ketua Paguyuban Alun-alun Kembangjoyo Hendro Supriyanto. (Murianews/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Pedagang Alun-alun Kembangjoyo Pati, Jawa Tengah mengeluh sepi. Akibatnya, sejumlah pedagang Alun-alun Kembangjoyo Pati memilih untuk menutup lapaknya.

Ketua Paguyuban Pedangan Alun-alun Kembangjoyo Pati Hendro Supriyanto mengatakan sebagian pedagang yang menempati lapak di samping timur dan barat serta di bagian belakang memilih menutup lapaknya.

Menurutnya, saat ini baru 60 persen lapak di Alun-alun Kembangjoyo Pati yang ditempati pedagang. Dari total 390 lapak, baru 220 pedagang yang berjualan.

Baca: Pedagang Belum Tempati Alun-Alun Kembangjoyo Pati, Disdagperin: Kami Carikan Ganti

”Baru terisi sekitar 200-an. Mungkin (karena Alun-alun Kembangjoyo) ini baru. (yang tidak berjualan, red) Di sisi timur ada 40 PKL, barat 40 pedagang dan belakang sekitar 80 an. Yang kuliner ini ndak berjalan,” ujar Hendro saat ditemui di Alun-alun Kembangjoyo, Sabtu (11/6/2022).

Hendro mengungkapkan, alasan para anggotanya tak berjualan lantaran modalnya sudah habis. Bila dipaksakan mereka khawatir utangnya semakin menumpuk.

Ia menambah sebenarnya sebagian pedagang di tengah Alun-alun Kembangjoyo sudah ramai pembeli. Namun, di bagian belakang dan samping kanan-kiri masih sepi.

Pihaknya berharap, Pemkab Pati memberikan solusi, seperti diadakan event untuk menari pengunjunug Alun-alun Kembangjoyo. Menurutnya, itu perlu dilakukan sebab lokasi Alun-alun Kembangjoyo tidak di pusat kota.

”Yang belakang ndak berjualan. Awalnya berjualan tetapi sepi dan ndak laku. Akhirnya ndak jualan, tutup. Butuh modal lagi. Kalau ndak ada event atau lainnya akhirnya ya sama lagi numpuk utang terus,” tutur Hendro.

Ia juga berharap ada pinjaman modal yang tak mencekik para pedagang. Saat ini sebenarnya sudah ada tawaran pinjaman dari salah satu bank, namun, bunganya dinilai masih tinggi.

“Mohon dipikirkan (oleh Pemkab) terutama modal. Mereka sudah terseok-seok di tempat sebelumnya, ini ndak berjalan dan memperburuk. Modal juga bingung. Seharusnya ada hiburan untuk menarik pengunjung,” imbuhnya.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...