Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sesepuh Khilafatul Muslimin Jepara: Negara Islam Bukan Dambaan Kami

Sesepuh Khilafatul Muslimin Jepara: Negara Islam Bukan Dambaan Kami
Suasana rumah Murtadho yang menjadi sesepuh Khilafatul Muslimin di Jepara. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Tudingan yang menyebut Khilafatul Muslimin memiliki agenda melawan negara atau pemerintah ditepis. Salah satu yang menepis adalah Murtadho (63), warga Kuanyar, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.

Mantan Amir Khilafatul Muslimin Ummul Quro Jepara pada 2017 itu menjawab tegas jika kelompoknya tidak menolak UUD 1945 dan Pancasila. Kelompoknya pun enggan mencampuri urusan negara dan dasar-dasarnya.

”Itu biar diurusi orang lain. Kita mengurusi intern (Khilafatul Muslimin, red). Karena ada yang mengurusi di bidang itu,” jelasnya, Kamis (9/6/2022).

Baca: Cara Khilafatul Muslimin Jepara Kumpulkan Dana

Murtadho mengaku sepakat bila ada orang yang menyalahi aturan undang-undang (UU), orang itu harus dihukum sesuai aturan yang berlaku.

Terlepas dari itu semua, Murtadho mengatakan saat ini Khilafatul Muslimin masih ingin fokus memperbesar jamaahnya. Di dalamnya, terdapat agenda untuk memperkuat syariat jamaah.

Murtadho menegaskan kelompoknya tidak ingin merebut kekuasaan dan menjadikan Indonesia sebagai negara Islam.

“Negara Islam bukan dambaan kami. Itu bertolak belakang dengan tujuan kami,” tegas Murtadho.

Meski begitu, Khilafatul Muslimin tak menganjurkan jemaahnya untuk mengikuti kegiatan kenegaraan. Salah satunya, seperti memasang bendera merah putih saat perayaan kemerdekaan RI.

Walau demikian, menurutnya, Khilafatul Muslimin tak memaksa jemaahnya untuk mengikuti anjuran itu.

“Upacara peringatan itu tidak dianjurkan. Karena agendanya bukan itu. Tidak ada anjuran pasang bendera merah putih dari Amir. Andaikan mau pasang silahkan. Jadi tidak ada paksaan atau larangan,” tandas Murtadho.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...