Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Cara Khilafatul Muslimin Jepara Kumpulkan Dana

Ini Cara Khilafatul Muslimin Jepara Kumpulkan Dana
Suasana rumah sesepuh Khilafatul Muslimin, Murtadho di Desa Kuanyar, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Keberadaan Khilafatul Muslimin di Indonesia menjadi sorotan. Tak terkecuali di Kabupaten Jepara. Sebab, kelompok itu kini keberadaannya tengah dipantau pemerintah.

Sesepuh Kehilafatul Muslimin di Jepara, Murtadho (63) menyebut perkumpulannya masih eksis dengan melakukan kegiatan majelis taklim hingga syiar dengan berkeliling menggunakan motor.

Saat ditemui di rumahnya di Desa Kuanyar, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Kamis (9/6/2022), Murtadho mengungkapkan sumber dana untuk kegiatan itu bersumber dari internal.

Baca: Khilafatul Muslimin Jepara: Kami Beda dengan HTI dan FPI

”(Biaya seluruh aktivitas kelompok, red) Murni dari jamaah. Lewat infaq, zakat dan sedekah,” ungkap Murtadho pada Murianews.

Dijelaskan, setiap bulan sekali, jemaah Khilafatul Muslimin membayar infaq. Waktu pembayarannya yakni dalam pertemuan majelis taklim.

”Infaq sekitar Rp 100 ribu, kalau keberatan boleh Rp 50 ribu. Semampunya. Kalau punya seribu, dua ribu dihargai. Itu infaq per bulan. Kalau ada uang lebih masuknya ke sedekah,” jelas dia.

Dari uang yang terkumpul itu, biasanya digunakan untuk membiayai aktivitas-aktivitas Khilafatul Muslimin, yakni taklim dan syiar motor.

Syiar motor sendiri merupakan agenda semacam konvoi di jalan raya. Sambil membawa identitas kelompok, mereka mengelilingi rute jalan yang sudah ditentukan.

Murtadho menyebut, syiar motor ini biasanya dilaksakan empat bulan sekali. Di Jepara sendiri, sudah pernah terlaksana pada 2019 lalu. Rutenya yaitu dari Mayong sampai Kecamatan Bangsri.

”Setelah itu (tahun 2019, red) sampai sekarang belum pernah ada lagi syiar motor di Jepara. Belum ada jadwal juga,” jelas dia.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...