Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Gegara Polemik Lahan, Kepala SDN 2 Dukuhseti Pati Akhirnya Dimutasi

Gegara Polemik Lahan, Kepala SDN 2 Dukuhseti Pati Akhirnya Dimutasi
Ketua Komite SDN Dukuhseti 2, Yong Sumarsono. (Murianews/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Isu Kepala SDN 2 Dukuhseti Kabupaten Pati dipindahtugaskan karena polemik lahan sekolah dengan pemerintah desa setempat tenyata bukan isapan jempol belaka.

Sebelumnya ia dipanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati terkait polemik lahan SDN 2 Dukuhseti. Dalam pertemuan itu, Supriyadi mengaku diancam akan dimutasi.

Padahal saat itu, pihak Disdikbud Kabupaten Pati membantah bakal memutasi Supriyadi sebagai Kepala SDN 2 Dukuhseti.

Nyatanya, Supriyadi benar-benar dipindahtugaskan ke SDN 3 Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati. Supriyadi sebelumnya adalah Kepala SDN 2 Dukuhseti.

Baca: Disdikbud Pati Bantah Bakal Mutasi Kepala SDN Dukuhseti 2

Supriyadi bahkan sudah dikukuhkan atau dilantik saat Pengukuhan Kepala UPTD Pendidikan Dasar dan Menengah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Jumat (3/6/2022).

”Saya dimutasi ke SDN Tegalombo 3. Pada Jumat, 3 Juni lalu, ada Pengukuhan Kepala UPTD Pendidikan Dasar dan Menengah di Pendapa Kabupaten,” ujar Supriyadi, Sabtu (11/6/2022).

Menanggapi itu, Ketua Komite SDN Dukuhseti 2, Yong Sumarsono mengaku kecewa. Ia tak menyangka, Disdikbud Kabupaten Pati akan memutasi kepala sekolah yang justru memperjuangkan kepentingan anak didik.

”Sangat kecewa sekali. Karena apa, masalah yang di sini belum selesai tapi kepala sekolah dipindah. Kekecewaan saya ini karena saya harus menjawab pertanyaan wali murid. Padahal saat ini sekolah belum selesai membangun gapura,” terang Yong.

Menurutnya, kegiatan pembangunan gapura SD sudah mangkrak beberapa bulan akibat polemik yang terjadi di sekolah tersebut.

Belum selesai masalah itu, pihak desa setempat sudah memperluas lahan dan memangkas fasilitas lapangan sepak takraw dan lompat jauh yang digunakan latihan anak-anak SD.

”Silahkan dinas memindah kepala sekolah. Tapi jika pembangunan gapura sudah selesai. Itu anggaran bukan dari pemerintah, tapi murni iuran dari wali murid agar bangunan sekolah ini bagus,” sambungnya.

Yong mengaku sudah menempuh berbagai upaya agar polemik status hak tanah SDN Dukuhseti 2 segera diselesaikan. Termasuk menyurati DPRD Pati dan Bupati agar diadakan audensi.

”Namun sampai sekarang juga belum ada respon. Kalau bisa dewan memanggil pihak-pihak terkait dan diadakan audensi. Biar masalah segera selesai. Apakah harus menunggu wali murid dan alumni SD bertindak sendiri untuk menyelesaikan masalah ini,” tandas dia.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...