Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kasus PMK di Jepara Terus Meningkat

Kasus PMK di Jepara Terus Meningkat
Matrawi, peternak kerbau di Desa Guwosobokerto Jepara melihat kondisi tubuh kerbaunya yang bergejala PMK. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Kasus penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Jepara, Jawa Tengah, terus meningkat. Hingga hari ini, jumlahnya sudah mencapai 483 ekor.

Padahal, pekan lalu, jumlah ternak dengan status suspek PMK di Kota Ukir masih 362 ekor. Penjabat (Pj) Bupati Jepara, Edy Supriyanta mengatakan pihaknya terus berusaha menekan penyebaran PMK.

”Dari 16 kecamatan, sudah sebelas (kecamatan, red) yang terdapat PMK. Jadi naik terus,” kata Edy, Sabtu (11/6/2022).

Baca: Minim Obat, Jamu Tradisional Jadi Pilihan Atasi PMK di Jepara

Adapun langkah-langkah yang sudah ditempuh yaitu menugaskan camat yang dibantu Polisi dan TNI untuk bisa mengantisipasi meluasnya penyebaran PMK. Salah satunya yaitu dengan menjaga dan merawat kebersihan kandang serta ternak.

Selain itu, jika ada ternak yang terindikasi terjangkit PMK, Edy meminta untuk segera melapor ke petugas yang sudah dibentuk di masing-masing tempat. Setelah itu, dokter-dokter hewan yang dikomandoi Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) akan memberikan perawatan khusus.

Edy mengakui, sampai saat ini pihaknya terkendala obat-obatan. Kini persediaannya bahkan hanya cukup sampai akhir bulan ini.

“Kami sudah minta (obat-obatan, red) ke Pemerintah Provinsi untuk dibantu. Karena memang anggaran kita sangat terbatas. Tapi kita tetap optimis, mudah-mudahan bisa sembuh semua,” ujar Edy.

Dari populasi sapi sebanyak 58 ribu ekor, Edy memprediksi yang terjangkit sekitar sepuluh persen. Namun, dirinya berharap sebelum akhir bulan ini, PMK di Jepara sudah bisa dikendalikan.

Dengan perhitungan itu, Edy masih optimis stok hewan kurban di bulan depan masih aman.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...