Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

INFO RIAU

BBPOM Pekanbaru Amankan Obat Kuat Ilegal Senilai Rp 1,2 Miliar

BBPOM Pekanbaru Amankan Obat Kuat Ilegal Senilai Rp 1,2 Miliar
BBPOM saat menunjukkan obat kuat ilegal (detik.com)

MURIANEWS, Pekanbaru – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru, Riau menggerebek gudang obat kuat ilegal di wilayah Mandau, Bengkalis. Total obat kuat yang diamankan senilai Rp 1,2 miliar.

Kepala BBPOM di Pekanbaru Yosef Irawan mengatakan, sebelumnya ada laporan dari masyarakat bahwa di wilayah tersebut terdapat pabrik obat kuat ilegal. Mendapatkan laporan itu, pihaknya kemudian memastikan apakah benar ilegal atau legal.

Setelah dilakukan pemeriksaan, rupanya benar bahwa pabrik tersebut ilegal dan tidak mempunyai izin operasi. BBPOM bersama dengan kepolisian dan dinas kesehatan setempat kemudian melakukan penggerebekan.

”Dari situ tim melakukan pendalaman dan ditemukan 138 jenis obat tradisional tidak berizin dengan total 74 ribu pcs. Nilai total ekonomis Rp 1,2 miliar,” katanya, dikutip dari detik.com, Sabtu (11/6/2022).

Baca: BPOM Temukan Dua Pabrik Tahu Menggunakan Formalin di Bogor

Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, pemilik sekaligus distributor inisial F (27) ditetapkan tersangka. F juga dijerat Pasal 196 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun.

Sebelum menggerebek F, BBPOM mengaku sudah pernah menggerebek lokasi tersebut pada 2019 lalu. Namun saat itu pemiliknya adalah paman F dan hanya divonis 3 bulan penjara.

”Ini sudah pernah ditindak, waktu itu yang kami tangkap paman F. Sayangnya waktu kasus pertama hanya divonis 3 bulan dan tidak menjadikan efek jera. Terbukti kalau bisnis ini dilanjutkan F,” katanya.

Baca: Obat Kuat dan Kosmetik Ilegal Senilai Rp 3,4 Miliar Dibakar BBPOM Semarang

Kepala Loka POM Kota Dumai, Ully Manda Sari mengatakan dari ribuan obat ilegal itu mayoritas adalah obat kuat. Alasan cukup klasik, karena banyak peminat.

”Jadi 60 persen ini mengandung obat kuat yang berdampak pada kesehatan, ini obat tradisional yang dikemas. Tetapi bahannya ada kimia yang berbahaya,” imbuh Manda.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...