Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Dinsos Grobogan Tak Tahu Data Penerima Bansos yang Meninggal

Dinsos Grobogan Tak Tahu Data Penerima Bansos yang Meninggal
Kepala Dinsos Grobogan Edy Santoso. (Murianews/Saiful Anwar)

MURIANEWS, Grobogan – Dinas Sosial (Dinsos) Grobogan menyatakan tidak bisa mengetahui jika ada penerima bansos yang meninggal. Yakni, jika tidak ada laporan dari pihak desa.

”Secara persis, tidak tahu yang meninggal. Data tidak bisa kita prediksi. Ada yang sudah melaporkan, ada yang belum. Itu kan bergantung desa dan perangkat,” kata Kepala Dinsos Grobogan Edy Santoso, Jumat (10/6/2022).

Menurut Edy, daftar penerima bansos yang sudah meninggal memang dimulai dari desa. Data itu, kemudian disinkronkan di Dukcapil sebelum akhirnya diserahkan ke pihak penyalur bansos, yakni bank dan Pos Indonesia.

Baca: Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Bansos Ngaringan Grobogan

”Di desa itu kan ada sistem, kemudian dilaporkan ke Dukcapil, dan disinkronkan dengan Kemensos. Kalau pembagian itu ranah bank. Bank kalau sudah ada surat kan langsung disinkronkan,” tambahnya.

Edy menerangkan, data di Kemensos hanya secara global. Di Kabupaten Grobogan jumlahnya sekitar 158 ribu penerima bansos.

Menurutnya, data itu kemudian disinkronkan dengan Dukcapil. Pasalnya, selain orang meninggal, warga yang sudah pindah ke luar daerah juga harus diperbarui datanya.

“Yang boro (merantau, red) juga kita sinkronkan terus. Setiap pembagian pasti ada sinkronisasi data. Tapi kok bisa terjadi seperti itu (pencairan bansos warga yang meninggal di Ngaringan, red), kita tidak tahu,” papar Edy.

Sebelumnya diberitakan, oknum ASN di Kecamatan Ngaringan diduga kongkalikong dengan pegawai BRI setempat untuk mencairkan bansos warga yang sudah meninggal. Saat ini, kasus tersebut sedang ditangani Polres Grobogan.

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...