Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Inflasi Tinggi, Bukti Masyarakat Kudus Royal Belanja?

Aktivitas di salah satu pasar di Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus, Jawa Tengah sering mengalami inflasi di tiap bulannya. Yang paling baru, Kudus mengalami sebesar inflasi 0,38 persen, dengan indeks Harga Konsumen (IHK) yakni sebesar 109,86 pada bulan Mei kemarin.

Jumlah tersebut bisa dibilang masih lebih bauk ketimbang bulan-bulan sebelumnya di tahun 2022 ini yang dicatatkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus.

Seperti pada bulan Januari yang inflasinya mencapai 0,77 persen dan 0,81 pada bulan Maret kemarin.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kudus bahkan menyebut inflasi adalah lumrah bagi Kabupaten Kudus. Pasalnya, pola belanja masyarakat Kudus bisa dibilang cukuk royal.

Di mana warga akan lebih mengutamakan kualitas barang yang dibeli berapapun harganya. Sehingga, ketika harga produknya naik, mereka akan tetap membelinya.

Baca: Anggaran Penanganan PMK di Kudus Minim, Segini Nilainya

Kondisi seperti itu kemudian didukung dengan rata-rata penghasilan masyarakat Kudus yang tetap, sehingga daya belinya juga selalu terjaga.

”Nah inilah yang kemudian diyakini memicu inflasi,” ujar Agung yang juga Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Kudus, Jumat (10/6/2022).

Walau demikian, pihaknya pun tidak memungkiri jika inflasi yang terlalu tinggi bukan merupakan iklim ekonomi yang baik. Oleh karenanya, pihaknya terus berupaya menjaga kestabilan harga di pasaran.

Dinas-dinas terkait seperti Dinas Perdagangan pun telah diminat untuk memantau dan menjaga stok pangannya di pasaran. Dengan begitu, salah satu penyebab terjadinya kenaikan harga, yakni kelangkaan bisa dihindari.

”Sepanjang fluktuasi harganya masih kategori normal dan stok barang di pasaran juga masih tersedia, tentunya ada kenaikan inflasi sekalipun daya beli masyarakat tetap terjaga,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...