Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pedagang di Kudus Ini Tak Berani Kulak Ternak dari Jatim

Kerbau tengah diberi makan sebelum dijual untuk hewan kurban di Kudus. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Pedagang kerbau di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah Muhammad Sodri memilih tak kulak ternah dari Jawa Timur (Jatim). Padahal biasanya menjelang Iduladha banyak ternak kerbau yang didatangkan dari daerah itu.

Penyebabnya, ia khawatir ternak yang dikulaknya nanti terpapar penyakit kuku dan mulut. Terlebih PMK kali pertama muncul dari Jawa Timur.

Warga Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus kini lebih memilih kulak kerbau dari daerah sekitar Jateng saja.

“Saya sekarang kulaknya di Semarang, Purwodadi dan Pati. Tidak lagi ke daerah Jawa Timur. Daripada nanti risiko terpapar PMK,” katanya, Jumat (10/6/2022).

Padahal, sejak tahun 1990 itu hingga 2021 pihaknya sering kulak di daerah Jawa Timur.

“Karena ada pemeriksaan kesehatan hewan juga. Selain itu daripada nanti ada ternak yang terpapar,” sambungnya.

Baca: Beli Kerbau di Kudus Ini Bisa Ditukar Kalau Terpapar PMK

Ditanya soal kualitas kerbau dari Jawa Tengah maupun Jawa Timur, dia menyebut tidak ada perbedaan. Sebab, kualitasnya hampir sama.

“Bedanya itu hanya sedikit soal harga. Harga Kerbau di Jawa Timur agak miring Rp 1 juta dari harga Kerbau di Jawa Tengah. Tetapi kualitasnya tetap sama,” ungkapnya.

Sekali kulak, dia mengambil delapan ekor hingga sepuluh ekor Kerbau. Harga satu ekornya dia jual Rp 20 juta sampai Rp 35 juta.

“Harapan saya ada perhatian dari pemerintah atau dinas terkait untuk menangani wabah PMK ini. Karena hal seperti ini juga menghawatirkan peternak maupun konsumen,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...