Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Atur Skor Untuk Kemenangan 59-1 dan 33-1, Empat Klub Afrika Selatan Dipecat dari Liga

Pengaturan Skor
Pengaturan skor membabi buta terjadi di Kompetisi Sepak Bola Afrika Selatan. Empat klub akhirnya dipecat dari Liga. (.facebook.com/meravigliossa/photos)

MURIANEWS, London – Pengaturan skor secara brutal terjadi di Liga Sepak Bola Afrika Selatan. Empat klub diduga melakukan pengaturan skor secara membabi-buta, dan akhirnya dihukum tidak bisa lagi mengikuti kompetisi, alias dipecat dari Liga.

Klub Maityasi FC dan Shivulani Dangerous Tigers, yang merupakan dua klub yang berusaha naik ke divisi 3 di Sepak Bola Afrika, diketahui terlibat persaingan sengit. Shivulani merupakan pemimpin klasemen, sementara Matiyasi yang menempati peringkat ketiga tertinggal dengan selisih 16 gol.

Dalam investigasi yang dilakukan otoritas sepak bola di Afrika Selatan diketahui Matiyasi mengatur skor dengan Nsami Mighty Birds. Tim ini juga tidak menginginkan klub Shivulani menjadi juara.

Karena itu Matiyasi dan Mighty Birds diduga melakukan kesepakatan untuk mengatur skor pertandingan saat bertemu. Pada pertandingan kedua tim, Matiyasi tidak tanggung-tanggung dibuat menang dengan skor gila, 59-1 atas Mighty Birds.

BACA JUGA: Tiga Orang Anggota Tim Sepak Bola Olimpiade Afrika Selatan Positif Covid-19 Setibanya di Tokyo

Pertandingan konspirasi antara Matiyasi dan Mighty Birds tersebut diwarnai serangkaian gol bunuh diri. Selain itu wasit juga mengeluarkan empat pemain Mighty Birds, sehingga terjadi duel antara 11 Matiyasi melawan 7 pemain Mighty Birds.

Di pertandingan lain, klub Shivilani berhadapan dengan klub Kotoko Happy Boys. Saat mengetahui Matiyasi sudah unggul 22-0 pada babak pertama, Shivulani pun melakukan konspirasi dengan klub Kotoko Happy Boys yang menjadi lawannya itu.

Pada babak kedua Happy Boys hanya memainkan tujuh orang dengan alasan pemain-pemain lainnya kelelahan dan tidak dapat melanjutkan pertandingan. Jadilah akhirnya Shivulani berhasil mencetak kemenangan mencolok dengan skore 33-1. Pertandingan ini juga diwarnai gol bunuh diri dari pemain Kotoko Happy Boys.

“Saat kedua kesebelasan bertemu pada Maret, hasil akhir lebih wajar dengan Matiyasi mengalahkan Mighty Birds 2-1 sementara Dangerous Tigers bermain imbang 2-2 dengan Happy Boys,” kata Vincent Ramphago, demikian dilansir Daily Mail.

“Kami mengetahui wasit menulis ‘pemain nomor 2 mencetak 10 gol, pemain nomor 5 mencetak 20 gol’ dan sebagainya, teapi ada 41 gol tercipta jadi dari mana mereka mencatat ini?” sambungnya.

Matiyasi, Shivulani Dangerous Tigers, Nsami Mighty Birds, dan Kotoko Happy Boys, setelah dilakukan investigasi akhirnya mendapatkan hukuman. Mereka diputuskan oleh otoritas Liga Afrika Selatan, untuk tidak bisa mengikuti kompetisi selamanya.

Sementara ofisial dari masing-masing klub mendapat hukuman larangan tampil pada lima hingga delapan musim ke depan. Lebih jauh lagi, semua perangkat pertandingan yang bertugas juga mendapatkan sanksi tak boleh bertugas hingga 10 musim ke depan.

 

Penulis: Budi Erje
Editor: Budi Erje
Sumber: Daily Mail

Comments
Loading...