Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Luhut: Beli Minyak Goreng Curah Harus Scan QR Code

Luhut: Beli Minyak Goreng Curah Harus Scan QR Code
Ilustrasi

MURIANEWS, Jakarta – Sistem tata kelola distribusi minyak goreng terus dilakukan perbaikan. Kali ini, pemerintah akan memberlakukan scan QR code untuk pembelian minyak goreng curah.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah mengembangkan sistem serupa aplikasi PeduliLindungi untuk pembelian minyak goreng. Aplikasi yang dikembangkan saat ini adalah Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah) 1.0 ke 2.0.

“Pengendalian pembelian minyak goreng pun akan menggunakan aplikasi (seperti) PeduliLindungi melalui scan QR code dengan penyesuaian yang telah dilakukan. QR code, juga saya sudah dilaporkan tadi malam kita akan mulai segera ke depan ini,” ujar Luhut, dikutip dari CNNIndonesia.com, Jumat (10/6/2022).

Baca: Kejagung Periksa Lima Orang Saksi Terkait Kasus Ekspor Minyak Goreng 

Luhut menerangkan semua pelaku usaha Crude Palm Oil (CPO), wajib terdaftar di sistem Simirah. Nantinya, sistem ini akan menjadi superapps untuk mengatasi pengelolaan minyak goreng dari hulu dan hilir.

Dengan sistem Simirah, pemerintah berharap jalur distribusi dapat berjalan dengan normal dan harga minyak goreng curah tetap stabil diangka Rp 14 ribu per liter.

Baca: Sempat Langka, Minyak Goreng Curah di Kudus Mulai Gampang Didapat

“Sekarang sudah banyak daerah yang terus menurun dan memang tadi Bapak Kapolri baru menyampaikan masih ada harga di Rp16 ribu dan Rp17 ribu tapi sedikit dan sudah banyak sekarang Rp14 ribu dan Rp15 ribu (per liter),” imbuhnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: CNNIndonesia.com

Comments
Loading...