Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Laboratorium KIHT Kudus Diminta Lebih Berinovasi

Salah satu petugas laboratorium KIHT Kudus saat menguji sampel rokok. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Bupati Kudus HM Hartopo meminta kepada pengelola laboratorium uji tar dan nikotin di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) untuk terus berinovasi. Selain itu juga diminta lebih aktif dalam promosi maupun mencari calon penguji.

Sehingga ke depannya, laboratorium tersebut bisa menjadi jujukan pabrik-pabrik rokok berskala menengah kecil bila ingin menguji rokok buatannya.

Banyaknya konsumen dari perusahaan rokok yang menggunakan jasa laboratorium kemudian akan berimbas pada pendapatan daerah. Bagaimanapun, laboratorium tersebut menjadi salah satu aset yang harus setor kas daerah.

”Memang selama ini monoton mengalir saja. Kalau ada yang mengujikan ya diuji, kalau tidak ya tidak, ini yang perlu ada pembaharuan atau semacam promosi agar lab ini bisa lebih dikenal lagi dan pendapatannya lebih banyak lagi,” kata dia, Jumat (10/6/2022).

Baca: Ganjar Beri Bantuan Mesin Cetak Bungkus Rokok untuk KIHT Kudus

Pembaharuan alat uji pun dipersilahkan oleh Hartopo agar tetap bisa mengikuti perkembangan zaman dan semakin canggih. Apalagi, tahun ini laboratorium mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 553 juta yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCHT).

”Kalau saya silakan, monggo, alatnya selalu di-upgrade, jangan sampai ikut era lama, apalagi di era tekologi seperti sekarang,” ujarnya.

Sampai saat ini sendiri, mulai banyak perusahaan rokok yang memanfaatkan lab tersebut untuk menguji tar dan nikotinnya. Yang paling jauh, adalah seperti dari Jawa Timur bahkan dari luar Jawa juga pernah melakukan uji tar dan nikotin di laboratorium tersebut.

”Karena itu hasil dari laboratorium ini harus benar-benar akurat agar kredibilitasnya terjaga, konsumen juga makin percayaa,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...